Bolatimes.com - Awal kompetisi di musim ini bisa disebut sebagai anomali bagi tim selevel Real Madrid, Barcelona serta Bayern Munchen. Tiga raksasa Eropa itu kompak alami hasil buruk di beberapa laga terakhirnya.
Lihat saja bagaimana kondisi genting yang tengah menghantui Real Madrid belakangan ini. Entah kebetulan atawa tidak, sepeninggal Cristiano Ronaldo yang kini merapat ke Turin bersama Juventus, skuat Los Blancos tampil melempem.
Bahkan di empat laga terakhir, Sergio Ramos dkk gagal memetik kemenangan. Sejurus dengan itu, aliran gol juga mampet. Situasi buruk ini mengulang hasil serupa 33 tahun silam.
Sebetulnya, jika diperhatikan secara seksama, situasi terseok-seok di awal musim bukanlah hal yang baru atau mengagetkan bagi penggawa El Real. Di musim lalu, ketika kemudi masih dipegang Zinedine Zidane dan ketika Cristiano Ronaldo belum terpikir untuk meninggalkan Santiago Bernabeu, nyatanya Real Madrid juga mengawali musim dengan anomali jika dibanding dengan dua musim sebelumnya.
Tetapi yang patut jadi bahan renungan, di musim ini situasinya makin buruk. Bandingkan saja, di musim lalu, dari sepuluh laga awal yang dilakoni, Real Madrid mampu memetik enam kemenangan, dua kali imbang dan dua sisanya kalah.
Sementara di musim ini dari sebelas laga di semua kompetisi yang diikuti, asuhan Julen Lopetegui baru memetik lima kemenangan, dua kali imbang, dan sisanya empat pertandingan menuai kekalahan. Bahkan di lima laga terakhir, tak ada satupun gol yang mampu dilesakkan ke gawang lawan, termasuk di laga terakhir ketika takluk dari Deportivo Alaves 0-1. Real Madrid paceklik!
Dan, lucunya situasi ini juga dirasakan oleh rival abadinya di La Liga, Barcelona. Meski tak seburuk Real Madrid, skuat Blaugrana tetap saja sedang mengalami anomali terutama di empat laga terakhir.
Hasil imbang menghadapi Valencia dua hari lalu membuat Lionel Messi dkk urung merasakan kemenangan dalam empat laga beruntun di La Liga. Beruntung, mereka tetap tampil oke ketika bertamu ke kandang Tottenham Hotspur dalam matchday kedua penyisihan grup Piala Champions beberapa waktu lalu.
Meski begitu, tetap saja awal musim ini jadi anomali buat Barcelona. Apalagi jika membandingkan dengan hasil yang ditorehkan di awal musim sebelumnya. Saat itu, di bawah asuhan Ernesto Valverde, Barcelona mampu melaju mulus di delapan laga awal dengan tujuh kemenangan dan satu imbang.
Kampium Bundesliga musim lalu, Bayern Munchen lebih buruk lagi. Tim yang perkasa dengan mendulang juara secara beruntun dalam enam musim Bundesliga itu, kini justru loyo. Hingga pekan ketujuh, Bayern Munchen tercecer hingga peringkat 6 klasemen sementara.
Parahnya, di tiga laga terakhir Lewandowski dkk gagal memetik kemenangan. Yang paling gress, mereka dipecundangi Borussia Monchengladbach dengan skor telak 0-3.
Dari tujuh laga, asuhan Niko Kovac ini baru menang sebanyak empat kali, imbang sekali dan dua kali kalah. Posisi mereka kini terpaut empat poin dari pemuncak klasemen sementara Bundesliga, Borrusia Dortmund. Tak salah jika kemudian musim ini juga jadi anomali bagi tim selevel Bayern Munchen.
Berita Terkait
-
Mbappe Bersinar, Real Madrid Hajar WSG Tirol 4-0 Tutup Pramusim
-
Marcus Rashford Bongkar Kekacauan MU: Tidak Ada Rencana Jangka Panjang
-
Inigo Martinez Pilih Uang Besar daripada Treble Bersama Barcelona
-
Napoli Resmi Dapatkan Pemain Buangan Real Madrid, I Partenopei Siap Pertahankan Scudetto
-
Lamine Yamal Diklaim Calon Ballon dOr, Lewandowski: Kalau Bukan Tahun Ini, Tahun Depan
-
Real Madrid vs Javier Tebas: Perang Besar Soal Laga Barcelona di Miami
-
Marcus Rashford Diprediksi Bersinar di Barcelona: Bisa Samai Gol Lamine Yamal?
-
Real Madrid Krisis Pemain: Xabi Alonso Pusing Hadapi LaLiga Tanpa Bellingham
-
Pep Guardiola Ngidam Rodrygo, City Siap Rogoh Rp1,7 Triliun
-
Real Madrid Incar Carlos Baleba: Talenta Muda yang Bikin Man United Ketar-Ketir
Terkini
-
Kapan Piala Super Eropa 2025? PSG Bidik Trofi Pertama, Tottenham Siap Bikin Kejutan
-
Pemain Keturunan Indonesia Debut Bersama Ajax, Legenda Belanda Ini Dongkol
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Demi Uang Rp1 Triliun, Darwin Nunez Hijrah ke Arab Saudi
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Drama Transfer Rekan Kevin Diks di Gladbach: Maunya Pindah ke Ajax
-
Klub Anyar Justin Hubner Jadi Sorotan Jelang Kick Off Eredivisie 2025 Gegara Ini
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa