Husna Rahmayunita
Mantan pelatih Manchester United, David Moyes (AFP)

Bolatimes.com - Pergantian pelatih menjadi hal yang lumrah ditemui di industri sepak bola saat ini. Bahkan, fenomena pemecatan saat durasi melatih seorang pelatih masih sangat singkat juga tak jarang terjadi.

Tuntutan meraih hasil bagus khususnya oleh tim-tim besar Eropa membuat banyak pelatih harus merelakan posisinya dipecat karena tak menemui ekspektasi.

Di musim ini saja yang belum terlalu lama berjalan, sudah ada beberapa pelatih yang kehilangan pekerjaannya. Paling baru Ole Gunnar Solskjaer yang dipecat sebagai pelatih Manchester United.

Baca Juga:
Alfredo Vera 'Pulang Kampung', Persipura Jayapura Akhirnya Sabet Kemenangan

Solskjaer terbilang cukup lama menjabat sebagai pelatih Man United, yaitu sejak 2018. Nasib lebih miris dialami Nuno Espirito Santo yang dipecat Tottenham Hotspur setelah 4 bulan menjabat sebagai pelatih.

Nyatanya ada pelatih-pelatih yang punya nasib lebih miris dari Nuno Espirito, siapa saja klub Eropa yang pernah pecat pelatihnya begitu cepat?

1. Barcelona

Baca Juga:
Kembali Bugar, Greysia/Apriyani Siap Beraksi di Indonesia Open 2021

Quique Setien saat mendampingi Barcelona melawan Napoli di Liga Champions. (CARLO HERMANN / AFP)

Barcelona terbilang sering berganti-ganti pelatih dalam kurun satu dekade terakhir. Salah satu pelatih yang pernah ditunjuk untuk menangani Blaugrana adalah Quique Setien pada pertengahan musim 2020/21.

Namun, Setien hanya memimpin 25 pertandingan. Dia dipecat usai Barcelona dicukur Bayern Munchen 2-8 di perempat final Liga Champions musim lalu.

2. Real Madrid

Baca Juga:
Akhirnya Cristiano Ronaldo Tanggapi Pemecatan Ole Gunnar Solskjaer

Pelatih Spanyol, Julen Lupetegui (sumber: Lupetegui)

Sebagai salah satu tim besar di Eropa dan dunia, para sosok yang menjadi pelatih Real Madrid dituntut untuk mendapatkan hasil maksimal, termasuk juga menyabet gelar juara.

Salah satu pelatih yang gagal memberikan ini adalah Julen Lopetegui. Sosok asal Spanyol itu hanya bertahan selama 3 bulan di Santiago Bernabeu atau hanya mendampingi dalam 14 partai saja.

3. Juventus

Baca Juga:
Satu Pekan Antonio Conte Melatih Spurs, Jadi Momen Terburuk bagi Pemain Ini

Ekspresi pelatih Juventus, Andrea Pirlo pada laga Liga Champions 2020/2021 kontra FC Porto di Juventus Stadium, Turin, Rabu (10/3/2021) dini hari WIB. [Marco BERTORELLO / AFP]

Pada 8 Agustus 2020, Juventus menunjuk Andrea Pirlo untuk menjadi pelatih menggantikan Maurizio Sarri. Juventus merupakan klub pertama yang dilatih oleh mantan pemain AC Milan tersebut.

Sebagai pelatih rookie, Pirlo sebetulnya mampu memberikan kesan positif dengan membawa Juventus meraih gelar Coppa Italia 2020/21 dan Supercoppa Italiana 2020.

Namun, hanya satu musim saja Pirlo bertahan di Turin. Usai mengakhiri musim 2020/21 di posisi keempat, Pirlo dipecat dan digantikan Massimiliano Allegri.

4. Manchester United

David Moyes saat resmi menjadi pelatih Manchester United (Paul Ellis/AFP)

Digadang-gadang sebagai penerus Sir Alex Ferguson di Manchester United, David Moyes gagal membayar ekspektasi tinggi yang diberikan kepadanya.

Hanya satu musim Moyes bertahan di Old Trafford dari kontrak 6 tahun yang ditandatangani olehnya saat ditunjuk pertama kali sebagai pelatih Manchester United.

Selama satu musim menjabat sebagai pelatih Manchester United, Moyes mencatatkan 27 kemenangan, 15 kali kalah, dan 9 kali imbang.

5. Chelsea

Punya julukan 'Baby Mourinho', Andre Villas-Boas ditunjuk sebagai pelatih Chelsea pada musim 2011/12. Namun, dia gagal mengangkat prestasi The Blues.

Setelah rentetan hasil buruk di Liga Champions dan laga domestik, Villas dipecat di pertengahan musim dan digantikan oleh Roberto Di Matteo.

Menariknya, Di Matteo berhasil membawa Chelsea menjadi juara Liga Champions usai mengalahkan Bayern Munchen lewat babak adu penalti.

Kontributor: Aditia Rizki Nugraha
Load More