Husna Rahmayunita | Adie Prasetyo Nugraha
Wonderkid Persija Jakarta Frengky Missa (tengah) saat merayakan gol ke gawang Persis Solo (Dok. Persija)

Bolatimes.com - Persija Jakarta dijadwalkan menghadapi Persita Tangerang di pekan ke-23 BRI Liga 1 yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa(7/2/2023). Namun laga tersebut resmi ditunda.

Tak mendapat izin keramaian untuk bertanding dari polisi menjadi alasan penundaan laga Persija Jakarta vs Persita Tangerang.

Manajemen Persita awalnya ingin memakai Indomilk Arena sebelum ditolak. Sempat mencoba alternatif lain yakni bermain di PTIK (Jakarta) dan Pakansari (Bogor), usaha mereka pada akhirnya sia-sia karena izin tak juga keluar.

Nah, keputusan ditundanya pertandingan menjadi tanda tanya sebagian pihak apakah Persija bakal menang WO alias walk over? Terlebih, Macan Kemayoran selaku tim tamu sudah berada di Bogor dan bersiap untuk tanding.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus buka suara mengenai hal ini. Ia mengatakan Persita sudah berusaha keras mencari venue agar pertandingan bisa terlaksana, tapi gagal.

Alhasil, status laga Persita vs Persija ditunda tak ada keputusan WO. Kapan duel ini digelar akan diumumkan beberapa waktu ke depan.

"Terkait kendala yang dihadapi ini manajemen Persita sudah mengusahakan sejak jauh hari serta LIB sudah membantu semaksimal mungkin, maka status Persita tidak WO atau tidak dianggap gagal menyelenggarakan pertandingan," kata Ferry Paulus dalam keterangannya.

Sementara itu, Panitia Pelaksana (Panpel) Persita Tommy Kurniawan mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin supaya pertandingan tetap digelar. Sama seperti apa yang disampaikan Ferry Paulus, Pendekar Cisadane kesulitan memperoleh izin keramaian.

"Kami sudah mengupayakan untuk menggelar laga tanpa penonton baik di Stadion PTIK dan juga Pakansari, namun kami tidak mendapatkan izin keamanan dari Kepolisian setempat,” ujar ketua LOC Persita, Tommy Kurniawan dilansir dari laman klub.

“Sebelumnya kami juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait, mulai dari kedua tim, perangkat pertandingan, pengelola stadion hingga Kepolisian. Namun pada akhirnya tidak mendapatkan rekomendasi dari kepolisian karena alasan keamanan," pungkasnya.

Load More