Jum'at, 27 Januari 2023
Husna Rahmayunita : Rabu, 23 Maret 2022 | 14:18 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Bolatimes.com - Aksi pembalap MotoGP Franco Morbidelli 'membajak' motor polisi karena tak ingin tertinggal pesawat viral usai gelaran MotoGP Mandalika 2022.

Franco Morbidelli mengambil alih kendaraan yang semula ditunggangi anggota Satuan PJR Polda NTB, Aipda Lalu Dwi Prayitno.

Morbidelli terpaksa meminjam sepedan motor dinas polisi untuk menuju bandara, Senin (21/3/2022) agar tak tertinggal penerbangan ke Italia.

Aipda Lalu Dwi Prayitno pun mengungkap momen dirinya dibonceng Morbidelli sampai bandara.

“Saat itu saya dan rekan-rekan dari Satuan PJR Polda NTB, diperintahkan untuk mengawal 13 rombongan rider MotoGP yang akan kembali ke negaranya masing–masing menuju Bandara Internasional Lombok," ujarnya dalam siaran dari Humas Polda NTB.

Ia menjelaskan kejadian sebenarnya saat itu, ketika dirinya bersama tim Gabungan Satuan PJR Polda NTB hendak mengawal pembalap MotoGP menuju Bandara.

Namun saat itu salah satu pembalap, Morbidelli, datang terlambat sehingga dengan terpaksa ia ditinggal 12 pembalap lain.

“Morbidelli memang datang terlambat sehingga 12 rombongan lainnya terpaksa mendahului ke bandara dengan pengawalan buka tutup oleh rekan–rekan saya. Sementara saya diperintahkan untuk menunggu Morbidelli guna melakukan pengawalan selanjutnya,” jelasnya.

Tak lama, Morbidelli pun tiba dan dia juga telah bersiap untuk menaiki kendaraannya guna mengawal. Tetapi dia tiba-tiba saja, pembalap asal Italia itu tertarik melihat kendaraan dinas kepolisian dan langsung menghampiri dia.

“Dia menghampiri saya dan meminta izin menggunakan motor dinas ini, mungkin dia ingin merasakan sensasi uji kendara karena kebetulan merek motor dinas yang saya bawa ini sama dengan merek motor yang ia pakai saat balapan di ajang MotoGP,” kata dia.

“Setelah saya izinkan dan Morbidelli bersiap mengendari moge itu, tiba-tiba ia meminta saya duduk di belakang untuk ia bonceng menuju hotel, namun saat itu saya bingung karena helm hanya ada satu. Untungnya saat di gerbang Sirkuit Mandalika ada rekan saya yang memberikan. 

Ia menuturkan selama perjalanan tentu saja sebagai manusia normal ia juga merasakan kebanggaan sekaligus deg-degan karena selain sedang dibonceng pembalap kelas dunia (MotoGP). 

“Bangga karena bisa dibonceng oleh pembalap kelas dunia ini, tapi merasa deg-degan juga karena saya takut kalau terjadi sesuatu kepada Morbidelli, karena saya juga harus memastikan betul keselamatan, keamanan dan kenyamanannya," bebernya, seperti dimuat Antara.

BACA SELANJUTNYA

Lengannya Dioperasi, Marc Marquez Bisa Balapan Lagi Tahun Depan