Stephanus Aranditio
Pemain Inter, Radja Nainggolan (AFP)

Bolatimes.com - Pemain Inter Milan, Radja Nainggolan ingin menghapus cap bad boy yang melekat pada dirinya selama ini dan ingin dilihat sebagai atlet yang juga manusia biasa.

Gelandang berdarah Batak ini memang selama ini dikenal dengan permainan yang keras di lapangan, tak jarang ia terlibat perkelahian dengan pemain lawan ataupun melakukan protes keras terhadap wasit.

Namun sejatinya ketika berada di luar lapangan, ia hanya ingin dipandang sebagai manusia biasa yang juga bisa bersikap ramah kepada orang lain.

Baca Juga:
Juara Liga 1 U-19 Kena Denda Rp 20 Juta Karena Chant Tak Terpuji

''Saya memberitahu anda bahwa saya hanya orang normal dan bukan anak nakal seperti kebanyakan orang melabeli saya selama ini," kata Radja Nainggolan dilansir bolatimes.com dari France Football. 

Radja Nainggolan/Instagram

Mantan pemain AS Roma ini kemudian menjelaskan dirinya hanyalah orang biasa jika berada di luar lapangan, ia akan besikap sebagaimana orang pada umumnya.

''Saya bisa hidup di lingkungan terburuk dan hidup dengan cara biasa. Saya dapat menerima bantuan yang diberikan kepada para pemain, tetapi itu tidak berarti saya mencari mereka,''

Baca Juga:
Bek AS Roma Sebut Suporter Tidak Tahu Apa-apa Soal Sepak Bola

''Saya berbelanja di supermarket, saya bisa minum dan merokok sebatang rokok dengan ketenangan. Bahkan pemain bola bisa merokok, bahkan jika mereka tidak memiliki pekerjaan 'normal','' jelas Radja Nainggolan.

Radja Nainggolan di laga Inter Milan vs AC Milan. (Miguel Medina/AFP).

Nainggolan kecil tumbuh di Antwerp, Belgia bersama ibunya, mereka hidup dalam keadaan yang sulit, Nainggolan pindah ke Piacenza, Italia pada 2005, sebelum memulai karier di Serie A bersama Cagliari.

''Pada hari-hari awal di Piacenza, saya mendapat seribu euro sebulan, tetapi bagi saya dan keluarga, saya itu sangat banyak. Dari uang itu saya mencoba untuk memastikan standar hidup yang baik untuk semua anggota keluarga saya,''  kata Nainggolan.

Baca Juga:
David Moyes: Saya Butuh Waktu Lebih Banyak di Manchester United

Orang yang paling berperan dalam proses pendewasaan Nainggolan adalah Ibunya yang sudah banyak berkorban demi keluarganya.

''Saya terinspirasi oleh ibu saya. Dia adalah orang yang paling penting dalam hidup saya, dia tidak memiliki apa pun kecuali dia memberi saya segalanya dengan membuat banyak pengorbanan."

"Saya sangat bangga dengan asal-usul saya bahkan jika mereka tidak mengizinkan saya untuk memiliki kehidupan yang mudah. Saya merasa berasal dari Antwerpen sementara sebagai pemain saya menganggap diri saya sebagai orang Italia dari sudut pandang teknis dan taktis,'' tutup Nainggolan.

Baca Juga:
Pelatih PSS Sleman Bertekad Raih Kemenangan atas Kalteng Putra

Load More