Bolatimes.com - Timnas Indonesia U-20 berpotensi kesulitan saat menghadapi Suriah U-20 di laga kedua Grup A Piala Asia U-20 2023, Sabtu (4/3/2023) mendatang.
Duel yang bakal berlangsung di Stadion Lokomotiv tersebut bakal menjadi ujian berikutnya skuad arahan Shin Tae-yong setelah di laga pertama kalah dari Irak degan skor 0-2.
Kemenangan wajib didapatkan oleh pasukan Shin Tae-yong jika ingin memperpanjang kans untuk lolos dari fase grup Piala Asia U-20 2023.
Akan tetapi, ambisi itu dipastikan tidak akan mudah karena beberapa faktor. Apa saja? Berikut ulasannya!
1. Rekor Pertemuan
Sejarah nyatanya tidak berpihak pada Indonesia ketika menghadapi Suriah. Jika ditotal, Indonesia dan Suriah telah bertemu sebanyak tujuh kali di semua level. Dari jumlah tersebut, Indonesia tercatat cuma menang sekali.
Kemenangan itu diraih pada pertemuan pertama dengan Suriah pada 13 Juli 1978 di ajang Turnamen Merdeka dengan skor tipis 1-2.
Sementara di pertemuan terakhir pada 2017 silam, Timnas Indonesia U-23 yang beruji coba dengan Suriah U-23 juga menelan kekalahan 2-3.
2. Mentalitas
Faktor mental sudah jadi sorotan sejak Timnas Indonesia U-20 menghadapi Irak di laga perdana Grup A. Fokus para pemain dan mentalnya terlihat menurun sejak gol pertama Irak lahir di pertengahan babak pertama.
Baca Juga
Kekalahan pada laga pertama ini diyakini bisa merusak mental skuad Indonesia U-20. Karena itulah Shin Tae-yong akan berusaha membangkitkan semangat bermain pasukannya.
Shin punya pekerjaan rumah yang berat karena jarak dari laga ke laga pada Piala Asia U-20 2023 sangat dekat. Oleh karena itu, pengambilan keputusan pun harus sangat tepat dan bijak.
3. Adaptasi
Adaptasi para pemain dengan cuaca maupun lapangan di Uzbekistan nyatanya terlihat masih sangat sulit dengan menilik hasil di laga melawan Irak.
Hal ini sebetulnya sudah jadi perhatian Shin Tae-yong dan Muhammad Ferrari sebelum mulai bertanding di Piala Asia U-20 2023.
Berita Terkait
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang
-
Imbas STY Tak Lagi Latih Timnas Indonesia, Media Korea Putar Arah Dukung Vietnam
-
Ini Kata Media Asing Soal Kritikan Andre Rosiade kepada Patrick Kluivert
-
Here We Go! Pemain yang Pernah Bikin Sewot Shin Tae-yong Direkrut Semen Padang
-
Media Korea: Suporter Timnas Indonesia Mulai Nyesal Shin Tae-yong Dipecat
-
Tunjuk Eks Pelatih Marko Simic sebagai Caretaker, PSSI-nya China Dianggap Bodoh
-
Bukan Korban Shin Tae-yong, Italia Akan Tunjuk Si Badak Pengganti Luciano Spalletti
-
Shin Tae-yong ke Nova Arianto: Tolong Jaga Pemain Lokal Kita
-
Komentar Shin Tae-yong usai Sukses Kalahkan Myanmar, Mainkan 8 Debutan
-
Shin Tae-yong Dioperasi 6 Jam, Berat Badan Turun 5 Kg
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025