Galih Priatmojo
Alfonso de la Cruz (kiri) bersama Soekeno (kanan) saat masih menjabat sebagai CEO PT PSS. (Foto: Humas PT PSS).

Bolatimes.com - Jagat Twitter diramaikan dengan tagar BebaskanYudhiAtauBoikot. Belakangan tagar tersebut diketahui sebagai bentuk solidaritas para netizen terutama pendukung PSS Sleman atas diperkarakannya salah seorang Sleman Fans.

Perkaranya sendiri dikaitkan dengan aksi penempelan poster bernada kritik terhadap petinggi PSS Sleman di sebuah pintu toilet mall di kawasan Sleman.

Dilansir dari jaringan suara.com, harianjogja.com mencoba meminta konfirmasi kepada koordinator BCS yang merupakan salah satu sayap suporter PSS Sleman, Zulfikar. Namun pihaknya urung mau memberi komentar terlampau jauh terkait kasus yang menimpa salah seorang Sleman Fans tersebut.

Baca Juga:
Fans PSS Sleman Diperkarakan, Tagar BebaskanYudhiAtauBoikot Trending

Di tempat berbeda, Komisaris PT Putra Sleman Sembada sekaligus mantan CEO PT PSS, Soekeno, mengaku tidak mengetahui soal perkara yang menimpa seorang Sleman Fans yang menempel poster berisi kritik kepada dirinya. Dirinya justru baru mengetahui ketika tim harianjogja.com mengkonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

"Mungkin anak-anak itu pasang poster di mall. Itu kan enggak boleh. Mungkin sekuriti terganggu atau bagaimana. Kalau saya sudah biasa dikritik Mas. Jika sampai ditahan pasti ada salahnya. Mungkin kenanya merusak fasilitas. Itu kritik mending ketemu saya. Suporter enggak boleh seperti itu," kata Soekeno.

"Nanti saya follow up soal kabar tersebut," lanjutnya.

Baca Juga:
Striker Gaek Timnas Malaysia Ini Minta Rekannya Tak Anggap Remeh Indonesia

Menurut Soekeno, jika kepolisian menangkap suporter tersebut, pasti ada pasal yang dilanggar.

"Apalagi merusak fasilitas mal. Dan mungkin aparat ingin mencari dalang penyebar isu. Sebab indikasinya itu ditunggangi. Yudhi ditahan bukan karena kritik PSS tapi merusak atau mengganggu operasi mal," terang Soekeno.

Baca Juga:
Prediksi Malaysia Va Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Load More