Bolatimes.com - Penghargaan pemain terbaik UEFA 2021 telah diumumkan di mana nama Jorginho dan Alexia Putellas menjadi pemain terbaik untuk kategori pria dan wanita.
Jorginho menjadi pemain terbaik usai berhasil mengantarkan Chelsea dan Italia menjuarai Liga Champions dan Euro 2020 dengan mengalahkan kandidat lainnya yakni Kevin De Bruyne dan N'Golo Kante.
Di sisi lain, Putellas menjadi pemain terbaik usai mengalahkan nominasi lainnya, yang kebetulan diisi oleh rekan-rekan pesepak bola wanita setimnya di Barcelona.
Terpilihnya wanita berusia 27 tahun ini tak lepas dari perannya sebagai gelandang yang membawa Barcelona menjuarai Liga Champions wanita musim 2020-2021.
Dalam kompetisi itu, Putellas mampu membawa Barcelona tak terkalahkan dari babak 32 besar hingga babak final. Di partai puncak sendiri, wanita yang kini menjadi kapten tim Blaugrana tersebut mampu mencetak satu gol.
Bahkan, penampilan apik Putellas di lini tengah membuatnya mendapat 78 suara serta terpilih sebagai gelandang terbaik untuk Liga Champions wanita edisi 2020-2021.
Perjalanan Alexia Putellas di lapangan hijau tak begitu banyak diketahui orang. Berikut kami sajikan profil dari wanita asal Catalan tersebut.
Alexia Putellas Segura lahir pada 4 Februari 1994 di Barcelona. Lahir dan tumbuh di Catalan menjadikannya seorang suporter Blaugrana sejak kecil.
Saat kecil, Putellas kerap diajak sang ayah, Jaume Putellas, ke Camp Nou untuk menonton Barcelona berlaga. Sejak saat itu, dirinya pun bergelut di sepak bola.
Padahal, Putellas sendiri lahir dan tumbuh di keluarga yang mencintai olahraga Basket. Namun ia tetap menekuni jalan berbeda dari keluarganya tersebut.
Klub pertama Putellas dalam bermain sepak bola adalah CE Sabadell di mana ia bergabung klub tersebut berkat teman keluarganya yang bermain di klub.
Pada 2005, Putellas bergabung dengan tim akademi Barcelona. Namun di akademi Blaugrana ia hanya bermain dan menimba ilmu dalam waktu singkat.
Pada usia 12 tahun, Putellas hengkang dari akademi Barcelona dan bergabung akademi rival Los Cules, yakni RCD Espanyol di mana ia bertahan selama empat tahun.
Debut di laga profesional pertamanya pun terjadi di RCD Espanyol saat usia Putellas baru 16 tahun. Bahkan, di musim pertamanya itu ia membawa Los Periquitos menjuarai Copa de la Reina (Piala Spanyol untuk wanita).
Pada usia 17 tahun, Putellas hijrah ke Levante di mana ia mencetak 15 gol dari 34 laga tanpa mampu mempersembahkan gelar apapun.
Di musim panas 2012, Putellas pun kembali ke kampung halamannya usai Barcelona merekrutnya. Di usia 18 tahun, ia tampil di seluruh pertandingan Blaugrana musim tersebut.
Sejak bergabung Barcelona, permainan Putellas kian matang dan bergelimang gelar domestik. Adapun, permainan individu terbaiknya terjadi di musim 2018/19 di mana ia menorehkan 16 gol dan menjadi top skor Blaugrana di liga.
Usai menundukkan kancah domestik, Putellas pun ingin menguasai Eropa dengan membawa Barcelona menjuarai Liga Champions wanita.
Kesempatan itu tiba pada musim 2018/19 di mana Barcelona pertama kalinya menembus final Liga Champions wanita. Sayangnya, di partai puncak Putellah dan timnya tumbang dengan skor 1-4 dari Lyon.
Pada musim 2020-2021, Putellas dan Barcelona pun kembali menembus final Liga Champions wanita dan berjumpa dengan Chelsea.
Jelang final, Putellas sendiri tengah dihantam cedera sehingga harus berlatih terpisah dari rekan-rekannya. Meski demikian, di final ia tetap tampil sebagai starter karena tekadnya membawa Barcelona juara.
Hasilnya pun dapat ditebak. Putellas mampu mencetak satu gol dan satu assist di final yang membawa Barcelona mengandaskan Chelsea dengan skor 4-0 hingga menjadi kampiun Liga Champions wanita 2020-2021.
Untuk level tim nasional, Putellas membela Spanyol di setiap kelompok umur. Sedangkan debutnya di tim senior dilakukan saat menjalani laga persahabatan melawan Denmark.
Debut resminya di timnas Spanyol terjadi saat melawan Inggris di mana di laga itu ia mencetak gol perdananya yang membuat La Furia Roja wanita menang di babak ekstra time dengan skor 3-2 atas The Three Lions.
Di luar lapangan, Alexia Putellas sempat menempuh studi Administrasi Bisnis dan Manajemen di Pompeu Fabra University sebelum memutuskan berhenti untuk fokus di sepak bola.
Berita Terkait
-
Ciro Alves Berpeluang Ikuti Jejak David Da Silva, Punya 'Bala Bantuan' yang Luar Biasa!
-
Predator Persib David Da Silva Dapat Kabar Gembira Jelang Lawan PSM: Saya Sangat Senang!
-
Deretan Pemain Bintang yang Pernah Berlaga di Piala Dunia U17
-
Kalahkan Lionel Messi, Erling Haaland Jadi Pemain Terbaik UEFA
-
Kata-kata Claudia Scheunemann usai Jadi Pemain Terbaik dan Top Skor Piala AFF U-19 Wanita 2023
-
Jude Bellingham Jadi Pemain Terbaik Bundesliga 2022-2023 Meski Timnya Gagal Juara
-
Cetak Rekor, Kyliann Mbappe Kembali Jadi Pemain Terbaik Liga Prancis
-
Kisah Wiljan Pluim, Dulu Merana di Vietnam Kini Jadi Pemain Terbaik BRI Liga 1 2022-2023
-
Kalah Saing oleh Wiljan Pluim Sebagai Pemain Terbaik BRI Liga 1, Marc Klok Beri Respons Tak Terduga
-
BRI Liga 1 2022 Rampung, Berikut Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Individu
Terkini
-
Kapan Piala Super Eropa 2025? PSG Bidik Trofi Pertama, Tottenham Siap Bikin Kejutan
-
Pemain Keturunan Indonesia Debut Bersama Ajax, Legenda Belanda Ini Dongkol
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Demi Uang Rp1 Triliun, Darwin Nunez Hijrah ke Arab Saudi
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Drama Transfer Rekan Kevin Diks di Gladbach: Maunya Pindah ke Ajax
-
Klub Anyar Justin Hubner Jadi Sorotan Jelang Kick Off Eredivisie 2025 Gegara Ini
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa