Minggu, 29 Maret 2020
Rauhanda Riyantama : Selasa, 03 Desember 2019 | 21:00 WIB

Bolatimes.com - Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani mendapat teguran dari PBSI setelah tampil buruk di nomor beregu putri SEA Games 2019.

Tercatat, dari tiga laga yang dijalani tim beregu putri Indonesia, Fitriani jadi satu-satunya wakil yang tak sekalipun menyumbang poin bagi Merah Putih.

Sementara saat Indonesia menang 3-1 dari Singapura di semifinal, Fitriani lagi-lagi menjadi wakil Merah Putih yang gagal menyumbangkan poin.

Jebolan klub PB Exist itu kalah dari Jaslyn Hooi Yue Yann dalam pertarungan rubber game, dengan skor 21-13, 16-21, dan 16-21.

Puncaknya, Fitriani gagal meraih poin saat Indonesia menghadapi Thailand di babak final SEA Games 2019.

Punya rekor pertemuan positif menghadapi Busanan Ongbamrungphan—unggul 3-1—Fitriani justru takluk, 8-21 dan 10-21.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani (kanan) bersalaman dengan lawannya Busanan Ongbamrungphan dari Thailand usai kalah dalam pertandingan beregu putri SEA Games 2019, Selasa (3/12). [Humas PBSI]

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti pun angkat bicara terkait performa Fitriani di nomor beregu SEA Games 2019.

Menurutnya, permainan Fitriani tak konsisten. Hal itu membuatnya kesulitan untuk bersaing dengan lawan-lawannya.

Kabid Binpres PBSI yang juga Manajer Tim Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2019, Susy Susanti, ditemui di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (15/10) malam. [Suara.com/Arief Apriadi]

"Fitriani belakangan kurang bisa mengembangan permainan yang seharusnya. Pola permainan agak berubah dari sebelumnya," ujar Susy dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (3/12/2019).

"Sekarang sering kurang sabar dan buru-buru ingin mematikan lawan. Kami harapkan pelatih bisa membenahinya, seperti permainan waktu di Thailand Open saat dia juara," tukas Kabid Binpres PBSI Susy Susanti.