Galih Priatmojo
Sekjen PBSI Achmad Budiharto (kiri) dan pengurus PB Djarum Lius Pongoh di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Bolatimes.com - PB Djarum sempat menyatakan akan menghentikan audisi umum pencarian bakat bulutangkis pada 2020 mendatang. Namun keputusan itu berpeluang batal dilaksanakan. 

Hal itu sebagaimana disampaikan pengurus PB Djarum, Lius Pongoh usai menghadiri mediasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), PP PBSI, dan Kemenpora di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

"Untuk audisi umum 2020, nanti dulu. Kita akan konsolidasi. Kami harus bilang dahulu karena kasus ini sudah mengganggu banyak orang dan kita juga," ujar Lius Pongoh.

Baca Juga:
Man City Bikin Patung dan Nama Jalan Demi Mengenang Vincent Kompany

"Jadi nanti harus berbicara dulu dengan pemilik PB Djarum," sambungnya.

Sinyal positif dari PB Djarum itu turut disambut baik PBSI. Sekjen PBSI Achamd Budiharto berharap tahun depan audisi umum yang telah berlangsung sejak 2006 itu bisa tetap digulirkan.

"Dari pertemuan tadi saya optimis tahun depan pastinya PB Djarum akan tetap hadir di rekrutmen pemain walaupun mungkin metodenya berbeda," beber Budiharto.

Baca Juga:
Lionel Messi: Saya Ingin Neymar Kembali ke Barcelona, Tapi....

"Tapi mereka akan tetap mencari bibit dan memberikan kesempatan secara umum kepada masyarakat Indonesia," sambungnya.

Menpora Imam Nahrawi (tengah) dalam konferensi pers mediasi antara KPAI, PB Djarum, dan PBSI terkait polemik audisi bulutangkis PB Djarum di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Menurut Budiharto, kegiatan pencarian bibit dari PB Djarum itu tak hanya penting terkait regenerasi atlet muda.

Namun, lebih jauh memiliki dampak besar bagi ekosistem bulutangkis nasional.

Baca Juga:
Makin Seru, Berikut Jadwal Lengkap Liga Primer Inggris Pekan Ini

Dengan format audisi yang menjemput langsung ke berbagai kota-kota di Indonesia, pencarian bibit muda PB Djarum, kata Budiharto, turut meningkatkan animo bulutangkis di tengah masyarakat Indonesia.

"Audisi ini memiliki tiga impact yang didapatkan. Pertama pembinaan. Kedua kontribusi promosi bulutangkis, dengan ada promosi dari klub yang sudah punya reputasi jadi mendoring anak-anak dan orang tua untuk semangat main bulutangkis dan jadi juara," beber Budiharto.

"Jadi kalau ada audisi di luar pulau (Jawa), perkembangan bulutangkis di luar pulau jadi pesat. Banyak klub kecil berdiri dan juga memberikan banyak efek untuk bisnis olahraganya," jelasnya.

Baca Juga:
Rekor Baru, Antonio Conte Dapat Gaji Tertinggi di Sejarah Serie A Italia

Load More