hitekno.com - Mohammed Kudus kini sedang jadi sorotan di Premier League usai resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur dengan banderol fantastis senilai £55 juta.
Sebelum jadi pemain dengan bandrol fantastis tersebut, ada kisah perjuangan yang begitu menyentuh.
Kudus adalah anak pemalu dari salah satu lingkungan paling keras di Ghana, yang berjuang naik dari lapangan berdebu tanpa alas kaki, bahkan pernah bermain dengan ibu jari tangan yang patah.
Kudus lahir dan besar di Nima, sebuah kawasan padat dan miskin di Accra, ibu kota Ghana. Hidup di tengah kemiskinan dan kriminalitas, sepak bola menjadi satu-satunya jalan keluar bagi banyak anak di sana, termasuk Kudus.
“Saat pertama kali datang ke klub kami, dia hampir tidak bicara,” kenang Bashiru Mohammed Zakari, wakil ketua klub pertamanya, Strong Towers dikutip dari The Sun.
" Tapi kamu bisa merasakan ada yang berbeda darinya. Dia mungkin diam, tapi bukan berarti lemah.”
Setiap harinya, Kudus kecil akan menunggu waktu sekolah selesai hanya untuk berlari ke Montreal Park, lapangan seadanya yang kini sudah digusur untuk pembangunan Masjid Nasional. Di situlah tekadnya ditempa.
Langkah Kudus berikutnya adalah akademi ternama Right to Dream, tempat ia ditemukan oleh pelatih Mas-Ud Didi Dramani. Di sana, sosok Kudus kecil yang pemalu berubah menjadi pemain yang tangguh dan serba bisa.
“Saya masih ingat dia pernah bermain dengan ibu jari yang patah dan tangan di-gips, tapi tetap ikut latihan seperti biasa,” ujar Dramani. “Itu menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa.”
Kudus sering dipindah-pindah posisi: gelandang box-to-box minggu ini, winger minggu depan.
Tapi dengan kesabaran dan kerja keras, ia perlahan menemukan identitasnya sebagai gelandang serang yang tajam dan kreatif.
Tiket ke panggung Eropa datang saat klub Denmark FC Nordsjaelland, yang terafiliasi dengan akademinya, menawarinya kontrak.
Kudus langsung berkemas, meninggalkan keluarga dan zona nyaman, lalu terbang ke lingkungan baru yang dingin, asing, dan penuh tantangan.
“Saya bilang ke dia, ini akan berat di awal, tapi ingat perjuanganmu. Ingat bagaimana kamu bermain dengan tangan patah. Dapat lima menit? Tunjukkan kamu layak diberi sepuluh,” kata Dramani.
Kerja kerasnya membuahkan hasil. Kudus tampil cemerlang di Denmark hingga menarik perhatian raksasa Belanda Ajax Amsterdam, dan kini ia resmi menjadi bagian dari Tottenham Hotspur.
Kontributor: M.Faqih
Terpopuler
-
Calvin Verdonk Cetak Sejarah Baru Dalam Skuad Liga Champions Eropa
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Yoshimi Ogawa Ungkap Kenapa Wasit Asing Tak Lagi Rutin di Super League 2026/2027
Terkini
-
Napoli Taklukkan Olympiakos, Conte Kirim Sinyal Kesiapan Jelang Serie A
-
Luis Enrique: PSG Tidak Pantas Kalahkan Tottenham
-
Grimsby Town Tantang Manchester United, Mimpi atau Bencana?
-
Chelsea Juara Dunia, Bonus Rp249 Miliar Mengalir ke Keluarga Jota
-
AS Roma Resmi Tawar Jadon Sancho, Manchester United Mulai Goyah?