Bolatimes.com - Mengenal Cavaliers FC, klub sepak bola terburuk di Inggris karena rekor yang mereka miliki, yakni tak pernah menang atas lawan-lawannya.
Dalam permainan sepak bola, kemenangan menjadi target utama sebuah tim saat bertanding. Bisa dikatakan, inti dari bermain sepak bola adalah kemenangan.
Hanya saja, kemenangan dalam sebuah pertandingan sepak bola tak bisa didapatkan dengan mudah. Terkadang kekalahan didapatkan oleh beberapa tim entah itu karena perbedaan kualitas yang jauh maupun performa yang inkonsisten.
Hal ini seperti yang dialami oleh sebuah klub asal Inggris bernama Cavaliers FC. Klub ini merupakan klub amatir yang berkompetisi di kasta terbawah sepak bola negeri milik Ratu Elizabeth itu.
Tim ini kerap mendapat julukan sebagai tim terburuk di Britania Raya karena hasil yang mereka dapatkan saat bermain, yakni selalu kalah.
Di musim ini saja, Cavaliers FC telah kalah sebanyak 11 kali dari 11 pertandingan. Bahkan, dalam satu pertandingan pernah mereka takluk dengan skor 0-26 dari Avenue FC.
Dalam 11 kekalahan itu, Cavaliers FC telah merasakan gawangnya dibobol dalam jumlah banyak, yakni mencapai 113 gol.
“Kami memulai musim dengan optimisme penuh dan semua berjalan sangat baik (bagi tim lain),” ujar pendiri dan manajer Cavaliers FC, Ben Gage dikutip dari The Sun.
“Saat ini, kami telah memainkan 11 pertandingan dan kalah 11 kali. Kami mencetak lima gol dan kebobolan 113 gol,” lanjutnya.
Hal ini membuat mantan pesepak bola profesional yang pernah berkiprah di Premier League, Jimmy Bullard turun tangan untuk membantu tim itu.
“Skuad (Cavaliers FC) membutuhkan sedikit bantuan dari The Bulldog (julukannya). Mereka telah dikalahkan di setiap pertandingan musim ini,” ujar Jimmy Bullard.
“Saya memberi tahu siapa pun yang akan mendengarkan , jika kami tidak terlibat sekarang, sangat jelas bahwa mereka akan berakhir di papan bawah liga mereka,” lanjutnya.
Cavaliers FC Sedikit Beruntung ketimbang Ibis Sport Club
Nasib Cavaliers FC ini sedikit jauh lebih beruntung ketimbang Ibis Sport Club. Klub asal Brasil ini dinobatkan sebagai klub terburuk di dunia.
Klub ini masuk dalam buku rekor Guinness Book of World Records setelah tak pernah menang selama 3 tahun 11 bulan.
Ibis Sport Club yang pernah menawari Lionel Messi untuk bergabung itu, pernah kebobolan 40 gol dalam satu laga. Bahkan dalam 60 laga, klub asal Paulista ini kebobolan 1000 gol.
Karena buruknya catatan ini, Ibis Sport Club mendapat julukan ‘Pior Time do Mundo’ atau tim terburuk di dunia sepak bola.
(Kontributor: Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
-
Grimsby Town Tantang Manchester United, Mimpi atau Bencana?
-
Dikira Gabung Chelsea, Andy Carroll Merapat ke Klub Kasta Keenam Liga Inggris
-
Prediksi Superkomputer: Man United Bakal Sial di Pekan Awal Liga Inggris 2025/2026
-
Klub Elkan Baggott dan 4 Tim Paling Paling Buruk di Liga Inggris
-
Manchester United Alami Dua Kekalahan Beruntun, Ruben Amorim Dipecat?
-
Manchester United Makin Terpuruk, Erik Ten Hag Tenggelamkan Setan Merah di Neraka Liga Inggris?
-
Ruh Setan Merah Benar-Benar Mati, Manchester United Lawan Tim Papan Bawah Saja Kalah
-
Liverpool Diprediksi Juara, Persaingan Ketat Lima Besar Makin Panas, Pep Guardiola Mulai Bicara Gelar Liga Inggris
-
Goran Paulic Bela Lini Serang Persib yang Disorot Lantaran Mendadak Mandul
-
Kondisi Juergen Klopp Setelah Ditabrak Kostas Tsimikas
Terkini
-
Here We Go! Eks Rekan Ole Romeny Jadi Senjata Baru PSIM Yogyakarta
-
Mario Lemos Kirim Pesan Perang untuk Persib: Kami Tak Akan Mundur!
-
Antonio Conte Sindir PSG Soal Belanja Gila-Gilaan: Kami Pilih Jalan Berbeda
-
Tudor Murka! Bela Mati-Matian Vlahovic dari Ejekan Suporter Juventus
-
Dari Blunder Fatal ke Pahlawan Adu Penalti: Debut Penuh Drama Lucas Chevalier
-
Transfer Fantastis! Malick Thiaw Gabung Newcastle dengan Harga Selangit
-
Debut Langsung Juara! Luca Chevalier Buktikan Depak Donnarumma Keputusan Tepat
-
Lucas Chevalier, Kiper Bergaya Playmaker yang Antar PSG Juara Piala Super Eropa
-
Lucas Chevalier Jadi Pahlawan! PSG Raih Piala Super Eropa Pertama
-
Kamu Akan Dirindukan! Surat Cinta Mohamed Salah untuk Darwin Nunez