Stephanus Aranditio | Irwan Febri Rialdi
Claudio Ranieri (kiri) dan Slavisa Jokanovic (kanan). (Dok. Daily Express).

Bolatimes.com - Claudio Ranieri resmi kembali ke Liga Primer Inggris dengan menjadi pelatih anyar Fulham. Namun, dalam penunjukkan dirinya itu, harus mengorbankan mantan anak asuhnya dulu, Slavisa Jokanovic.

Pada Rabu (14/11/2018), menjadi hari yang membahagiakan bagi Claudio Ranieri. Keinginan dirinya untuk kembali beradu startegi ke kompetisi Ratu Elizabeth terkabul setelah Fulham resmi mengumumkan dirinya. Dalam kesempatan itu pula, ia menyatakan ambisi besarnya untuk mengangkat klub barunya yang kini terseok-seok di zona merah.

"Sebuah kehormatan bagi saya menerima tawaran Mr Khan untuk bisa melatih Fulham, klub fantastis yang penuh sejarah dan tradisi," ujar Ranieri di situs resmi klub.

Baca Juga:
Ambisi Pelatih PSS Sleman Jelang Pertandingan Hidup Mati

"Misi Fulham harusnya tidak hanya bertahan di Premier League. Kami harusnya bisa menyulitkan setiap lawan dan meraih sukses. Fulham punya skuat luar biasa dan tidak seharusnya berada di posisi saat ini. Saya tahu tim ini bisa tampil lebih baik, yang mana kami akan langsung bersiap menghadapi Southampton di Cottage," sambungnya.

Pelatih Leicester City, Claudio Ranieri mengangkat trofi Liga Primer Inggris pada 2016 (AFP)

Ungkapan Ranieri sama sekali bukan bualan, ia memiliki reputasi tinggi di Liga Primer Inggris kala mengantarkan tim non-unggulan, Leicester City, menjadi jawara musim 2015/2016. Sungguh prestasi tak terduga dan tak ada yang menduga.

Namun, kehadiran Ranieri siapa sangka harus menyingkirkan seorang Jokanovic, 'cinta pertama' Ranieri yang sebelumnya bersusah payah mengantarkan Fulham ke Liga Primer Inggris setelah absen selama empat tahun.

Baca Juga:
Eks Gelandang Piala Tiger 2000 Ungkap Kelemahan Bima Sakti

Ranieri dan Jokanovic bukanlah sosok asing. Keduanya pernah sama-sama bahu membahu di bawah panji seragam Chelsea yang kala itu, statusnya adalah pelatih dan pemain. Perlu diketahui, Jokanovic adalah 'cinta pertama' Ranieri ketika pertama kali menjadi arsitek Chelsea.

Ya, sebelum menjadi arsitek Leicester City dan kini berama Fulham, Ranieri lebih dulu mencicipi Liga Primer Inggris bersama klub asal London, Chelsea, di musim 2010/2011. Setelah tiba di Stamford Bridge, Jokanovic lah yang pertama kali ia boyong untuk menjadi kerangka tim di The Blues.

Ranieri melihat La Liga untuk memboyong Slavisa Jokanovic berusia 32 tahun dari Deportivo dengan nilai 1,7 juta poundsterling. Jokanovic dikontrak selama dua tahun untuk mengisi kekosongan di lini tengah setelah Roberto Di Matteo menderita patah kaki.

Baca Juga:
Diejek Gunakan Photoshop, Ini Penampilan Baru Marouane Fellaini

Slavisa Jokanovic ketika berseragam Chelsea. (Odd Anderson/AFP).

Jokanovic bermain secara reguler di Chelsea, ia kerap diandalkan oleh Ranieri. Catatan lebih dari 50 pertandingan dalam dua musim adalah buktinya. Sayangnya, ia bukanlah pemain yang mendapat tempat di hati penggemar. Begitu banyak yang tidak menyukai, sehingga setelah Jolanovic dilepas di akhir kontraknya, situs web Chelsea menulis: ''Dia bukan pemain paling populer dengan penggemar, tetapi masukannya selalu dihargai oleh staf dan pemain.''

Jokanovic pun sadar betul dengan posisi dirinya di Chelsea dan juga penggemar. Ia tak lupa meminta maaf kepada suporter atas penampilan dirinya yang kurang memuaskan setelah dilepas secara gratis.

''Saya tahu bahwa dalam beberapa pertandingan para pendukung tidak terlalu senang dengan saya, tetapi setiap kali saya menarik kemeja Chelsea, saya mencoba untuk melakukannya dengan baik,'' kata Jokanovic, dikutip dari Standard Evening.

Baca Juga:
Tiga Pemain Thailand yang Patut Diwaspadai Timnas Indonesia

''Hanya itu yang bisa saya lakukan dan saya tahu jika saya melihat diri saya di cermin, saya dapat mengatakan bahwa saya selalu mencoba yang terbaik.''

''Saya mengerti bahwa terkadang itu tidak cukup baik untuk para pendukung dan untuk itu saya minta maaf, tapi saya selalu mencoba. Memang benar saya adalah pemain reguler dan memainkan banyak pertandingan musim lalu, tetapi saya tahu saya bermain bagus di beberapa cocok dan tidak begitu baik pada orang lain.''

''Saya terlalu tidak konsisten. Tapi penggemar harus tahu saya mencoba bermain dengan baik setiap kali saya bermain.''

Setelah 18 tahun, kini kenyataan mulai berbalik. Claudio Ranieri yang menyelamatkan karier Slavisa Jokanovic, kini Ranieri pula yang mendepak dirinya dari Fulham, klub yang susah payah ia promosikan ke Liga Primer Inggris.

Load More