Stephanus Aranditio
Pemain Chelsea Jorginho (AFP)

Bolatimes.com - Pemain anyar Chelsea, Jorginho yang baru menjalani musim bulan-bulan pertamanya di Liga Premier Inggris mengaku mulai terbiasa dengan gaya permainan klub Inggris.

Gelandang berusia 26 tahun itu baru menjalani lima pertandingan bersama Chelsea, empat di Liga Premier Inggris, dan satu di ajang Community Shield.

Jorginho selalu menjadi pilihan Maurizio Sarri yang tak lain tak bukan adalah pelatihnya dulu ketika masih berada di Napoli. Bersama Sarri ia memulai petualangan barunya di tanah Britania.

Baca Juga:
PSSI Panggil 22 Pemain Timnas Indonesia vs Mauritius

Menurutnya, ada perbedaan dari gaya permainan Serie A dan Liga Premier Inggris yang harus ia pelajari, tempo permainan yang berbeda menjadi salah satu tantangan bagi Jorginho untuk beradaptasi.

''Ada perbedaan besar, dalam hal ritme, fisik. Semua orang tentu saja tahu ini, tapi saya sangat menikmatinya. Saya menikmati tempo pertandingan yang tinggi dan fakta bahwa semua pemain terlibat 100 persen dalam pertandingan,'' kata Jorginho dilansir Bolatimes.com dari scoresway.

Pemain Chelsea FC, Jorginho (CFC)

Ia juga memuji fasilitas latihan yang sangat baik yang dimiliki Chelsea. The Blues selama ini berlatih di Pusat Pelatihan Cobham yang terletak di desa Stoke d'Abernon dekat desa Cobham, Surrey. 

Baca Juga:
5 Potret Liburan Mama Muda nan Seksi Georgina Rodriguez

"Liga Premier sangat bagus, luar biasa. Ketika Anda datang ke pusat pelatihan (Cobham) dengan 38 lapangan sepakbola, tidak perlu ada komentar. Anda hanya perlu melihatnya,'' jelas Jorginho.

Namun, pemain Italia berdarah Brasil itu mengaku Serie A tetap lah liga terbaik di dunia, suatu saat ia ingin kembali ke Italia.

''Ada berbagai hal di balik kepergian saya dari Napoli. Satu partai saja tidak cukup. Serie A akan selalu menjadi salah satu liga terbaik di dunia. Saya berharap untuk kembali suatu hari nanti,'' tutup Jorginho.

Baca Juga:
Lizarazu Sebut Teknologi VAR Seperti Seks Tanpa Kenikmatan

Kemungkinan Jorginho kembali ke Italia bisa saja terjadi empat tahun lagi setelah kontraknya habis di London, kecuali ada klub Italia yang berani membelinya dengan harga mahal.

Load More