Galih Priatmojo | Irwan Febri Rialdi
Gelandang Udinese, Rolando Mandragora bernomor punggung 38. (Twitter/@OfficialRolly38).

Bolatimes.com - Gelandang Udinese yang juga mantan pemain Juventus, Rolando Mandragora diputuskan bersalah oleh Lega Serie A setelah melontarkan kalimat menista agama saat skuat Zebrette menjamu Sampdoria, Senin (27/8/2018).

Mandragora tertangkap kamera mengumpat setelah tembakannya pada awal babak kedua mampu ditepis oleh kiper Sampdoria, Emil Audero. Ia mengatakan ''Porca Madonna, Vaffanculo, Dio Cane.'' Ungkapan ini dianggap menghina Bunda Maria dan menyamakan Tuhan dengan anjing.

Meski ucapan tersebut tidak ditujukan untuk siapapun dan wasit juga luput dari insiden tersebut, akan tetapi Lega Serie A yang meninjau ulang video Mandragora memutuskan menghukum pemain 21 tahun tersebut.

Baca Juga:
Ryan Giggs Minta Fans Manchester United Dukung Jose Mourinho

Gelandang yang pernah bermain untuk Genoa dan Juventus itu akan diskors selama satu laga, yang berarti dirinya akan absen saat Udinese berjumpa Sampdoria, Minggu (2/9/2018).

Mandragaro tersenyum memeluk pemain nomor 10. (Twitter/@OfficialRolly38).

''Setelah mendapatkan dan memeriksa tayangan televisi terkait sang pemain, kendati mengumpat tanpa merujuk kepada siapa pun di sekelilingnya, terlihat jelas oleh kamera televisi membuat pernyataan menista agama, diidentifikasi dengan jelas dari membaca bibirnya tanpa ada keraguan,'' demikian laporan dari Lega Serie A yang dikutip dari Goal.

Hukuman tersebut sedikit disayangkan oleh pelatih Udinese, Daniele Prade. Ia pun menilai hukuman itu terlalu berlebihan.

Baca Juga:
PT LIB Bertemu AFC di Malaysia Bahas Masa Depan Liga 1

''Mandragora adalah orang baik, putusan terberat yang pantas didapatkannya adalah peringatan,'' tutur pelatih 51 tahun itu.

Untuk kasus ini, Madragora bukan yang pertama. Sebelumnya, pelatih Chievo, Domenico Di Carlo juga pernah dihukum karena kasus yang sama. Di Italia memang ada aturan yang ketat perihal penistaan agama dan regulasi ini diterapkan di sepakbola sejak 2010.

Baca Juga:
Xabi Alonso Mulai Karier Kepelatihan di Real Madrid

Load More