Husna Rahmayunita
Pemain Timnas Qatar usai kalah 0-2 dari Ekuador di matchday pertama Grup A Piala Dunia 2022 yang digelar di Al Bayt, Al Khor, Minggu (20/11/2022) malam. (AFP/Karim Jaafar)

Bolatimes.com - Pelatih Timnas Qatar Felix Sanchez buka-bukaan mengenai kegagalan timnya di Piala Dunia 2022. Ia mengaku memang tak pasang target lolos ke babak 16 besar.

Qatar yang berstatus sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, harus angkat koper dini menyusul hasil buruk di fase grup. Qatar menjadi tim pertama yang tersingkir.

Pasukan Felix Sanchez menuntaskan fase grup tanpa meraih satu poin pun setelah kalah 0-2 melawan Belanda dalam pertandingan pemungkas di Stadion Al Bayt, Al Khor, Selasa (30/11/2022).

"Lolos ke 16 besar ataupun muluk-muluk ke perempat final tidak pernah menjadi target kami. Kami cukup realistis dan sadar diri, target kami hanya ingin bisa tampil memberikan persaingan," kata Sanchez dalam jumpa pers setelah pertandingan itu.

Piala Dunia 2022 memang kali pertama Qatar tampil dalam putaran final turnamen tersebut, dan karena status tuan rumah mereka terpaksa mencari keikutsertaan dalam beragam kompetisi untuk mengukur kemampuan sementara tim-tim lain berebut tiket dari fase kualifikasi.

Kendati demikian, Qatar sebetulnya mempunyai modal relatif positif menyongsong Piala Dunia 2022 seperti menjuarai Piala Asia 2019 dan mencapai semifinal Piala Emas 2021.

"Ya kami bisa mengangkat trofi Piala Asia dan itu luar biasa, tapi kami tidak bisa mengeluarkan kembali performa di level itu pada Piala Dunia ini," kata Sanchez.

Sanchez menilai Qatar bermain cukup baik saat menghadapi Senegal dan Belanda, tapi performa Azmoen Ali dkk jauh di bawah standard saat laga pembuka melawan Ekuador.

Berkenaan dengan statusnya sebagai pelatih Qatar yang gagal meraih satu poin pun dalam Piala Dunia, Sanchez enggan berspekulasi tapi yakin pengembangan sepak bola negeri itu tidak bergantung di tangannya semata ataupun individu tertentu.

"Soal masa depan saya, entahlah. Rasanya ini bukan satu-satunya pertandingan yang akan menentukan itu," katanya.

"Salah satu hak positif dari timnas Qatar adalah bahwa kami memiliki rencana jangka panjang yang tidak bergantung pada saya atau individu-individu tertentu saja. Jadi akan bersitirahat, sebab masih ada turnamen berikutnya yang harus disiapkan," sambung dia.

Sejak diumumkan memenangi pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 2010 silam, Qatar sudah delapan kali berganti pelatih.

Sanchez adalah satu-satunya yang melatih dengan jangka waktu cukup panjang sejak 2017.

"Kami cukup realistis di mana kami berada, anda bisa pakai statistik sesukanya tapi setelah kami melakukan analisa pada saat itulah itu menjadi penting," pungkasnya.

(Antara)

Load More