Minggu, 17 November 2019
Rauhanda Riyantama : Senin, 21 Oktober 2019 | 17:00 WIB

Bolatimes.com - Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti akhirnya berhasil mengakhiri dahaga gelar juara sejak dipasangkan pada awal tahun 2018 silam. Mereka sukses meraih trofi di gelaran Denmark Open 2019, Minggu (20/10/2019).

Praveen / Melati keluar sebagai juara setelah menundukan wakil China unggulan kedua turnamen, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping dalam pertarungan rubber game, dengan skor 21-18, 18-21, 21-19.

Ini merupakan gelar perdana peringkat tujuh dunia itu sepanjang disatukan sebagai pasangan. Sebelumnya, Praveen/Melati sudah lima kali masuk final dan selalu gagal merengkuh juara.

Melati Daeva Oktavianti mengaku amat gembira dengan raihan positif ini. Gelar Denmark Open 2019 disebutnya bagai pembuktian bila mereka juga mampu meraih hasil terbaik.

"Pastinya senang apalagi ini gelar kami yang pertama. Kami akhirnya bisa membuktikan kalau kami bisa,” ujar Melati Daeva Oktavianti, seperti dikutip dari Suara.com, Senin (21/10/2019).

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan (kiri) / Melati Daeva Oktaviati menunjukan piala di atas podium seusai mengalahkan ganda campuran China, Wang Yi Lyu / Huang Dong Ping pada laga final Denmark Open 2019 di Odense Sports Park, Denmark, Minggu (20/10/2019) malam WIB. [ANTARA FOTO/Nafielah - Humas PP PBSI]

Sebelum meraih gelar perdana, Praveen/Melati sejatinya dirundung banyak masalah non teknis. Beberapa pemain di sektor ganda campuran kedapatan melakukan tindak indisipliner dengan keluar asrama tanpa sepengetahuan pelatih.

Selain itu, Praveen juga sempat kedapatan bolos latihan pada sesi pagi pelatnas PBSI, Senin (7/10/2019) lalu. Hal itu bahkan membuat pelatih Richard Mainaky mengancam akan mencoretnya dari skuat SEA Games 2019.

Namun, segala persoalan yang menerpa belakangan tak membuat performa mereka di Denmark Open 2019 menurun. Sebelum meraih juara, Praveen/Melati bahkan sukses menundukan peringkat satu dunia, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China).

"Ini merupakan gelar pertama kami setelah satu setengah tahun berpasangan. Dan tentu ini akan membuat kami percaya diri di turnamen berikutnya,” pungkas Praveen.

Lebih dari Sekedar Gelar Juara

Kemenangan ini tak hanya menandai gelar perdana bagi Praveen/Melati. Namun, trofi Denmark Open 2019 turut menjadi pemantik bahwa wakil-wakil Indonesia nyatanya mampu menumbangkan dua unggulan China tersebut.

Sebagaimana diketahui, sebelum mengikuti Denmark Open 2019, Praveen/Melati sudah kalah enam kali beruntun dari Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong. Sementara dengan Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, keduanya sudah kalah lima kali beruntun.

Meski baru sama-sama sekali mengalahkan dua unggulan teratas tersebut, setidaknya ini menjadi modal penting bagi Praveen/Melati dalam menatap Olimpiade 2020, yang periode kualifikasinya telah berlangsung sejak April 2019 lalu.