Bolatimes.com - Kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia kembali mencuat. Terbaru beberapa pemain Perserang terlibat dan sudah mendapatkan sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Sebelumnya, Perserang memang melaporkan adanya dugaan kasus match fixing yang dialami timnya kepada PSSI. Laporan dilayangkan setelah mendapatkan bukti berupa pengakuan dari sejumlah pihak dan lain-lain.
Pemain yang terlibat pun sudah dipecat secara tidak hormat dari Perserang dan sudah mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI. Mereka adalah Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Aray Suhendri dan Ade Ivan Hafilah.
Buntut dari kasus ini, seorang runner pengaturan skor dengan inisial Mr. X akhirnya membuat pengakuan dalam acara Mata Najwa "PSSI Bisa Apa Jilid 6: Lagi-lagi Begini", Rabu (4/11/2021).
"Dua hari sebelum pertandingan Rans Cilegon melawan Perserang, beberapa kawan menawarkan kepada kita tujuh sekitar delapan pemain untuk dicarikan seorang bandar. Ini langsung ada yang saya datangkan, tapi beliau tidak bisa datang dan akhirnya lewat video call, dia orang dari negeri seberang," ungkap Mr. X.
Mr. X mengatakan bahwa dia berhubungan langsung dengan para pemain. Dia juga menceritakan dapat pesanan dari kawan-kawan runner dari Makassar, Malang, serta Bandung.
Dalam orderan pengaturan skor tersebut, Mr. X mengatakan beberapa pemain ingin bekerja untuk mendapat keuntungan dan mereka siap untuk kalah antara dua sampai tiga gol melawan Rans Cilegon.
"Mereka (pemain) inginnya hanya minta 150 juta dibagi delapan pemain. Kalau saya pertandingan berhasil bisa dapat 20-25 juta. Untuk pertandingan ada uang disiapkan sekitar 400 juta," imbuhnya.
"Satu hari sebelum pertandingan kita bertemu (pemain) untuk mengatur strategi. Jadi nantinya kodenya gimana, yang harus dilakukan pemain, harus gimana di menit keberapa itu sudah harus disiapkan satu hari sebelum pertandingan," imbuhnya.
Kendati demikian, pertandingan Rans Cilegon FC melawan Perserang diakui gagal. Sebab, kode yang diberikan telat.
"Pertandingan yang kita kondisikan antara Rans Cilegon melawan Perserang ini gagal. Karena kode terakhir 30 menit sebelum pertandingan sudah tidak mungkin, karena pemain tidak membawa HP lagi," ceritanya.
Kemudian Najwa Shihab menanyakan bagaimana kode-kode yang dilakukan kepada pemain.
"Kode-kodenya ya kita harus rapi. H-1 sudah harus diatur, kalau gagal kita nggak mungkin berhasil. Kalau tidak bisa masuk (stadion), kode sebelum pertandingan. Jadi 3-4 jam sebelum pertandingan pemain harus diinstruksikan," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Bhayangkara FC Depak Mario Gomez Jelang Lawan Madura United
-
Terlibat Match Fixing, PSS Sleman dan Madura United Terancam Degradasi, Begini Komentar Erick Thohir
-
Termasuk Frets Butuan, Tiga Mantan Pemain Persib Jumpa Sebagai Lawan di Singaperbangsa: Saling Jegal Hingga Tukar Jersey
-
Sama-sama Pernah Berjersey Persib, Dua Pemain Ini Cetak Gol Bantu Persiraja Menang Telak
-
Beredar Foto Surat Pelepasan Pemain Persib atas Nama Frets Butuan ke Klub Liga 2, Ini Penampakannya!
-
Edy Rahmayadi Terkepung, Drama Pengepungan Bus PSMS Medan oleh Suprter Persiraja Aceh, Pelatih PSMS Singgung Mau Perang
-
Deretan Pelanggaran Keras di Liga 2, Striker Naturalisasi Sampai Kolaps
-
5 Eks Pemain Timnas Indonesia yang Kini Melatih Klub Liga 2, Penuh Nama Legendaris!
-
Eks Persib Bandung hingga Legenda PSIS, 3 Jebolan Liga 1 yang Menggila di Liga 2 2023-2024
-
Profil Fatjon Celani, Striker Asing Perserang Jebolan Liga Jerman, Pesaing Ezechiel N'Douassel Raih Top Skor Liga 2
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025