Senin, 14 Oktober 2019
Galih Priatmojo : Rabu, 09 Oktober 2019 | 21:39 WIB

Bolatimes.com - Aji Santoso resmi mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala PSIM Yogyakarta, Rabu (9/10/2019).

Usai resmi berpisah dengan Laskar Mataram, Aji pun mengungkapkan beberapa hal termasuk rumor miring yang menghampirinya lantaran PSIM Yogyakarta secara tragis kalah enam kali di tujuh laga terakhir.

Dilansir dari jaringan Suara.com yakni harianjogja.com, eks pelatih Persela Lamongan itu lebih dulu menepis kabar yang menyebut laga melawan Bogor FC Sulut United, yang berakhir dengan kekalahan 0-2, dijual untuk menyelamatkan Sulut United dari degradasi.

"Itu tidak benar. Anak-anak sudah berjuang dengan maksimal. Insan bola di Jogja boleh marah, tetapi jangan asal. Bagaimana pun manajemen sudah berjuang untuk tim ini," tegas Aji.

Selain menepis rumor miring itu, Aji juga membeberkan penyebab timnya tidak pernah tampil dengan kekuatan penuh di putaran kedua hingga munculnya kebijakan untuk bongkar pasang pemain.

Ya, semenjak kemenangan 2-1 atas Persiba Balikpapan, PSIM Yogyakarta tak lagi mampu memetik kemenangan. Tercatat, Cristian Gonzales dkk hanya menang sekali dari tujuh pertandingan, yakni atas Madura FC pada 23 September. Di enam laga lainnya, Laskar Mataram kalah dari Mitra Kukar (1-2), Persik Kediri (0-2), PSBS (0-1), Persewar (1-3), Bogor Sulut United (0-2), dan Martapura FC (0-1).

"Jika ada yang menyatakan pemain yang dipasang kok berubah-ubah, memang kondisinya kami tidak bisa full team. Ada yang terkena akumulasi, ada juga yang cedera," ucap Aji.

Seperti diketahui, PSIM mengakhiri putaran pertama Liga 2 2019 di papan atas. Namun pada paruh musim, Aji mencoret sebelas pemain dan mendatangkan sembilan pemain baru.

Sayangnya perubahan itu malah membuat PSIM tampil memburuk.

Aji mengatakan sebenarnya mengharapkan sembilan pemain PSIM bisa mengangkat performa tim. Namun, waktu sepekan pada paruh musim rupanya tidak bisa membangun kesepahaman di tubuh Laskar Mataram.