bolatimes.com - Kurang lebih sekitar satu abad yang lalu, tepat di hari ini, 6 Juni, seorang tokoh besar lahir. Ia adalah Soekarno.
Selain dikenal sebagai Bapak Bangsa, Soekarno tersohor sebagai seorang yang membesarkan sepak bola Indonesia menjadi Macan Asia.
Dalam sejarahnya, presiden pertama Indonesia ini ternyata tak hanya piawai dalam bercakap tetapi juga mahir dalam memainkan si kulit bundar. Benar! Soekarno dan sepak bola merupakan dua elemen yang saling melengkapi di awal masa pascakemerdekaan Indonesia.
Pria kelahiran Surabaya yang menguasai sekira 6 bahasa ini sudah akrab dengan sepak bola semenjak kecil. Sayang, lantaran sikap diskriminatif yang ditunjukkan kaum penjajah saat itu, membuat bakatnya menjadi maestro bola kandas.
Tetapi takdir sepertinya mempertemukannya kembali dengan sepak bola. Pascakemerdekaan, Soekarno sangat getol mendorong sepak bola menjadi salah satu tonggak untuk menggalang nasionalisme.
Di tahun 1954, Soekarno mendorong tim sepak bola di bawah PSSI melakoni sejumlah pentas internasional menghadapi Filipina, Hongkong, Thailand serta Malaysia. Hasilnya, sukses besar.
Timnas Indonesia kala itu berhasil melumat semua lawan dengan torehan mencetak total 25 gol dan hanya kebobolan 6 gol. Sebanyak 19 gol yang berhasil disarangkan disumbang oleh Andi Ramang.
Beranjak dua tahun kemudian, tepatnya 1956. skuat timnas Garuda saat itu berhasil memastikan diri tampil di Olimpiade Melbourne. Saat itu, Indonesia harus berjibaku menghadapi tim kuat seperti Jerman Timur dan Uni Soviet. Meski mampu menahan tanpa gol atas Uni Soviet ternyata itu tak cukup membawa Indonesia melanjutkan langkahnya menuju babak perempat final.
Setelah terpuruk di Olimpiade, prestasi sepak bola Indonesia perlahan mulai bangkit lagi. Soekarno dengan kicauannya yang berapi-api mampu memompa semangat para penggawa Timnas Indonesia kala itu. Hasilnya pun sangat luar biasa. Di gelaran Asian Games 1958 Tokyo, Indonesia berhasil merebut medali perunggu setelah menundukkan Timnas India. Skuat besutan Tony Pogacknik mampu mengandaskan India dengan skor 4-1.
Di periode selanjutnya masih di bawah kepemimpinan Sukarno, Indonesia berhasil merebut medali perak pada ajang Asian Games 1966. Selain itu, Indonesia berhasil memenangi sejumlah kompetisi internasional seperti Turnamen Merdeka 1961, 1962, Piala Emas Agha Khan 1966. Indonesia juga menempatkan empat pemainnya di Asian All-Star pada 1967-1968.
Terpopuler
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
-
6 Tips Agar Perjalanan Mudik Lebih Nyaman saat Naik Pesawat
-
Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus