Bolatimes.com - Klub-klub di sebuah negara identik dengan penamaan yang hampir sama. Salah satunya di Spanyol yang mana klubnya rata-rata punya nama Real.
Penamaan klub sepak bola di suatu negara memang rata-rata disamakan dengan kultur dan juga bahasa di negara itu sendiri.
Di Inggris, rata-rata klub sepak bola punya nama United atau City yang merujuk pada kota berdirinya klub itu yang kemudian ditambahkan kalimat klub sepak bola atau Football Club (FC).
Di Indonesia, banyak klub tradisional yang punya nama seperti menggunakan awalan ‘Per’ atau menggunakan singkatan ‘PS’ yang merujuk arti ‘persatuan atau persatuan sepak bola’ yang dilanjutkan singkatan nama daerah itu seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, dan PSS Sleman.
Di Spanyol pun juga demikian. Beberapa tim menggunakan akhiran kalimat klub sepak bola Club de Futbol (CF). Selain itu, ada pula yang menggunakan awalan seperti Real yang kemudian diikuti nama daerah klub tersebut.
Perbedaan hanya ada pada logo saja. Jika setiap klub di Inggris dan Indonesia yang punya nama dengan awalan atau akhiran sama punya logo yang berbeda, hal serupa tak berlaku di Spanyol.
Rata-rata klub Spanyol dengan awalan Real selalu punya desain logo yang sama yakni mahkota di atas logo atau simbol klub tersebut.
Lantas, apa alasan klub-klub Spanyol yang punya nama Real menggunakan mahkota di atas logonya?
Restu dari Kerajaan dan Pecahnya Perang Saudara
Penggunaan nama ‘Real’ untuk klub-klub Spanyol tak langsung bisa dipakai begitu saja layaknya kata United atau City di Inggris dan ‘Per’ atau ‘PS’ di Indonesia.
Nyatanya, untuk menggunakan kata ‘Real’ bagi klub daerah tertentu di Spanyol, perlu adanya restu atau izin resmi dari otoritas kerajaan negeri matador.
Kata ‘Real’ sendiri adalah sebuah gelar kehormatan yang diberikan kerajaan Spanyol terhadap klub-klub sepak bola di negeri matador itu.
Dalam sejarahnya, ternyata bukan Real Madrid klub pertama yang menggunakan kata ‘Real’. Klub pertama yang mendapat kehormatan menggunakan kata itu adalah Real Betis.
Real Betis mendapatkan kehormatan itu dari Raja Alfonso XIII pada tahun 1914. Sedangkan Real Madrid baru mendapatkannya pada 1920.
Namun tak semua klub di Spanyol menggunakan kata Real. Beberapa klub seperti Barcelona memilih tak menggunakannya karena latar belakang politik.
Sedangkan untuk penggunaan mahkota sendiri di atas logo klub dengan kata ‘Real’ terjadi karena pembubaran monarki pada tahun 1931.
Sebelumnya hal-hal yang berkaitan dengan simbol kerajaan dilarang di Spanyol. Barulah setelah pecah perang saudara pada 1941, kata ‘Real’ dan logo mahkota boleh dipergunakan kembali.
Berita Terkait
-
Mbappe Bersinar, Real Madrid Hajar WSG Tirol 4-0 Tutup Pramusim
-
Napoli Resmi Dapatkan Pemain Buangan Real Madrid, I Partenopei Siap Pertahankan Scudetto
-
Real Madrid vs Javier Tebas: Perang Besar Soal Laga Barcelona di Miami
-
Real Madrid Krisis Pemain: Xabi Alonso Pusing Hadapi LaLiga Tanpa Bellingham
-
Pep Guardiola Ngidam Rodrygo, City Siap Rogoh Rp1,7 Triliun
-
Arsenal Minat Boyong Rodrygo dari Real Madrid tapi Ada Satu Syarat
-
Xabi Alonso Butuh Maestro Baru: Bos Real Madrid Siapkan Jalan untuk Vitinha
-
Sengketa Parkir dan 2 Drama di Balik Renovasi Markas Real Madrid
-
Manchester City Pagari Rodri hingga 2029 dari Kejaran Real Madrid
-
Real Madrid Gagal Rekrut Pemain Keturunan Rekan Tristan Gooijer
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang