Husna Rahmayunita
Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Siti Fadia Silva Ramadhanti di Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). . ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.

Bolatimes.com - Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti ingin bermain enjoy, lepas dari tekanan di Kejuaraan Dunia 2023.

Setelah gagal bersinar di beberapa turnamen terakhir yang dilakoni, Apriyani/Fadia bertekad menorehkan prestasi di Kejuaraan Dunia 2023 yang akan digelar di Denmark, 21-27 Agustus mendatang. Keduany  mempersiapkan diri dan ingin memperbaiki segala kekurangan.

“(Evaluasi) Pastinya dari sisi pikiran dan mental. Kita siapkan pola permainan, banyak pelajaran yang kita ambil dari dua turnamen kemarin, lalu komunikasinya lebih luas lagi dengan Fadia, dan harapannya itu semua bisa kita bawa nanti (ke Kejuaraan Dunia),” kata Apriyani saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Senin.

Baca Juga:
3 Pemain Malaysia yang Perlu Diwaspadai Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2023

Lebih lanjut, Apriyani mengatakan salah satu hal yang mereka tengah hadapi adalah cara komunikasi untuk bersama-sama menyelesaikan masalah.

“Masalahnya lebih ke diri sendiri, struggle kita masing-masing berbeda dan tidak bisa kita samakan. Aku tidak bisa samakan struggle aku dengan Fadia, dan sebaliknya. Bagaimana caranya kita keluar dari (struggle) masing-masing tapi dengan kerja sama. Tidak bisa sendiri-sendiri. Kita sudah ngobrol dan harapannya bisa jadi kekuatan buat satu sama lain,” kata Apriyani.

“(Komunikasinya) Ada miss saja. Kadang kita tidak bisa bicarakan, jadi kurang ketemu, walaupun kita satu tujuan tapi caranya beda,” imbuh Fadia.

Baca Juga:
Berkaca dari Shin Tae-yong, Bintang Timnas Voli Putri Indonesia Ingin Bersinar di Korea Selatan

Ganda putri peringkat ke-12 dunia itu pun sepakat bahwa kesulitan ini merupakan sebuah fase untuk maju lebih jauh sebagai atlet.

Apriyani menambahkan, satu tahun bersama Fadia berlangsung begitu cepat dan masih banyak hal untuk dilalui bersama-sama di karier profesional mereka.

“(Masalah) Baru terlihat di fase seperti ini. Coba kalau kita di fase yang menang dan juara terus, mungkin kita tidak akan merasakan fase ini. Jadi, mungkin ini adalah hal positif. Kita sudah satu tahun dan itu rasanya cepat banget, tidak terasa,” ujar peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo itu.

Baca Juga:
Tak Mau Kalah, Vietnam U-23 Bawa Pemain 184 Cm untuk Piala AFF U-23 2023

Bicara soal target di Kejuaraan Dunia tahun ini, Apri/Fadia mengungkapkan pelatih memberikan target medali. Keduanya pun mengatakan akan mempersiapkan diri sebaik mungkin demi mempersembahkan penampilan dan hasil terbaik.

“Targetnya adalah medali. Soal drawing (yang menantang), ya, harus dihadapi,” kata Fadia.

“Untuk bisa keluar dari fase ini kita harus memaksa (diri) juga dan kontrol agar tidak menjadi beban. Ini (tekanan) dalam sekali. Kita tidak bisa bicarakan secara gamblang, susah banget. Kita coba enjoy saja dan jalani dari awal. Kita enjoy dan hadapi, kita juga mau menang, kok,” tambah Apriyani.

Baca Juga:
Federasi Timor Leste Ogah Panggil Pemain Bintang di Piala AFF U-23, Termasuk Gali Freitas

(Antara)

Load More