Senin, 06 Desember 2021
Rauhanda Riyantama : Senin, 09 Agustus 2021 | 08:16 WIB

Bolatimes.com - Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung lancar meski digelar di tengah pandemi Covid-19. Menariknya, Jepang selaku tuan rumah turut menggunakan sejumlah teknologi canggih untuk memeriahkan acara.

Olimpiade Tokyo menggunakan banyak inovasi teknologi canggih yang dipakai untuk membuat pertandingan menjadi makin seru untuk ditonton.

Disadur dari YourSay, Tim OBS (Olympic Broadcasting Services) bisa memanfaatkan teknologi tersebut agar pemirsa dapat merasakan pengalaman pertandingan yang lebih seru dan akurat.

Beberapa teknologi tersebut dipasang di berbagai pertandingan olahraga seperti basket, bola voli, bersepeda hingga renang.

Berikut ini 7 teknologi canggih di Olimpiade Tokyo 2020.

1. Multi-Camera REPLAY systems

Olimpiade Tokyo. (Pixabay)

Multi-Camera Replay Systems atau sistem kamera siaran ulang adalah teknologi ini didukung oleh banyak kemera 4K berkecepatan tinggi yang mampu menayangkan pertandingan, dari berbagai sudut.

Bahkan di tempat tertentu, biasanya ditempatkan 60 sampai 80 kamera 4K untuk menghasilkan tayangan yang lebih maksimal.

Selain itu video pertandingan juga dapat diputar ulang.

Kamera ini juga dapat berputar 360 derajat ketika video diputar, sehingga mirip dengan efek dalam film Matrix.

Teknologi Multi-Camera Replay Systems digunakan dalam olahraga Bola Basket 3×3, Senam, Atletik Lintasan & Lapangan, BMX, Golf , Sepak Bola Wanita, Skateboard, dan Panjat Tebing.

2. Teknologi 2D Image Tracking

Skuad Amerika Serikat melakukan selebrasi usai cetak gol kedua lawan Australia di pertandingan perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar di Ibaraki Kashima Stadium, Ibaraki, Jepang, Kamis (5/8/2021). ANTARA/REUTERS/Edgar Su

Teknologi ini hadir menggantikan peran GPS untuk melacak posisi atlet.

Dengan 2D Image Tracking, pelacakan atlet ditentukan oleh gerakan atlet di pertandingan.

2D Image Tracking didukung oleh kamera yang mengikuti pergerakan atlet selama pertandingan.

Nantinya hasil gambar akan masuk ke dalam sistem komputer, untuk kemudian akan dibuat keterangan mengenai identitas, kecepatan dan jarak atlet di arena.

Tampilan label keterangan tersebut akan muncul di siaran pertandingan, dan akan mengikuti pergerakan atlet.

Teknologi ini hadir di olahraga Marathon, Sepeda, Dayung, Renang dan Triathlon.

3. 3D Athlete Tracking (3DAT)

Para pemain Timnas Brasil berselebrasi saat melawan Spanyol dalam laga final sepak bola Olimpiade Tokyo, 7 Agustus 2021. (REUTERS/Stoyan Nenov)

3DAT adalah teknologi dengan menggunakan 4 kamera pan-tilt yang dipasang di stadion sebagai venue dalam pertandingan olimpiade, yang berfungsi untuk merekam pergerakan atlet.

Hasil dari kamera kemudian akan masuk ke dalam komputer milik OBS, dan dianalisa lewat teknologi kecerdasan buatan.

Kemudian data kecepatan atlet akan ditampilkan dalam siaran pertandingan.

Adapun proses pengumpulan data dan analisa data sangat cepat, sehingga pemirsa bisa segera mendapatkan info mengenai nama atlet dan kecepatannya.

Di Olimpiade Tokyo, 3DAT hadir di cabang olahraga Atletik 100 meter, 200 meter, Relay 4×100 meter dan lain sebagainya.

4. Biometric Data Display

Simone Biles tanding di final balok keseimbangan Olimpiade Tokyo 2020,Selasa (3/8/2021). (Instagram/@usagym)

Teknologi ini hanya hadir di cabang olahraga Panahan. Biometric Data Display didukung oleh 4 kamera yang ditempatkan sekitar 12 meter dari posisi atlet.

Kamera akan fokus pada wajah, para atlet yang akan memanah.

Data dari kamera tersebut akan masuk ke dalam sistem untuk dianalisa mengenai detak jantung atlet.

Nantinya hasil analisa tersebut akan disajikan dalam pertandingan sehingga penonton tahu mengenai detak jantung pemanah saat pertandingan.

5. TrueView 360 video

INFOGRAFIS: Pencapaian Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Teknologi ini dibuat oleh Intel yang didukung oleh 35 kamera 4K yang berada di atas Arena. Tujuannya untuk merekam pertandingan dengan teknik video volumetrik.

Hasil video akan masuk ke dalam sistem TrueView 360 video, dan diolah menjadi tayangan ulang 360 derajat, dan angle-angle menarik di dalam pertandingan.

6. Virtual 3D Graphics

Sprinter putri Indonesia, Alvin Tehupeiory (tengah) tampil di Olimpiade Tokyo, Jumat (30/7/2021). [Giuseppe CACACE / AFP]

Sebagai olahraga baru, panitia pun menghadirkan teknologi Virtual 3D Graphics untuk memberikan pengalaman terbaik saat menonton pertandingan panjat tebing.

Virtual 3D Graphics adalah teknologi yang mampu membuat representasi 3D, dari pegangan dan dinding panjat.

Representasi 3D ini digunakan untuk menganalisis mengenai sudut dan pegangan dinding yang disentuh oleh atlet.

Selanjutnya untuk memperlihatkan data tersebut kepada pemirsa, terdapat teknologi Augmented Reality (AR), untuk memberikan data secara langsung mengenai pegangan, sudut dinding dan rute yang dilalui oleh atlet ketika memanjat. Dengan begitu penonton dapat dengan jelas mendapatkan data performa atlet dengan lebih akurat.

7. Olympic Robot

Tato Cincin Olimpiade Tokyo terlihat di kaki atlet Yunani Rafalia Spanoudaki-Chatziriga sebelum babak penyisihan 100 meter putri selama Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Olimpiade,Tokyo, pada (30/7/2021). [Ben STANSALL / AFP]

Olimpiade Tokyo 2020 juga mengumumkan telah menggunakan robot dalam berbagai acara di Olimpiade 2020. Akan ada robot maskot, Miraitowa dan Someity, yang awalnya akan menyambut penonton, tetapi sekarang akan disediakan untuk atlet, karena penonton tidak diperbolehkan. Ada juga robot canggih seperti robot pengambil bola, pelayan para kontingen dan penyelenggara serta robot canggih lainnya.

Ketujuh teknologi di Olimpiade Tokyo 2020, membuktikan bahwa teknologi dapat membuat pertandingan olahraga menjadi semakin seru dan lebih akurat dalam menentukan poin pertandingan. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat untuk menghindari kekeliruan saat pertandingan.

BACA SELANJUTNYA

4 Fakta Kento Momota, Raja Bulu Tangkis Mundur dari BWF World Tour Finals