Bolatimes.com - AS Roma kembali menelan hasil minor di Serie A musim 2018/2019. Menghadapi AC Milan di San Siro, Sabtu (1/9/2018) dinihari WIB, Il Giallorosi menelan kekalahan tipis 1-2.
Hasil tersebut menjadi tren negatif bagi AS Roma, dari kemenangan 1-0 atas Chievo turun ke hasil imbang 3-3 kontra Atalanta dan kini menelan kekalahan 1-2 atas AC Milan.
Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco pun mengakui ia melakukan kesalahan saat timnya ditekuk anak asuh Gennaro Gattuso. Ia melakukan percobaan dengan menggunakan tiga pemain bertahan dan memasang Tarik Schick untuk menemani Edin Dzeko di lini depan.
Namun, hasilnya buruk. AS Roma kesulitan untuk mengembangkan permainan di babak pertama dan bahkan kecolongan gol Franck Kessie di babak pertama.
"Tentu saja ketika pilihan-pilihan dibuat, mereka dibuat untuk memberi nuansa kepercayaan diri dalam pertahanan yang kami tak punya sebelumnya. Tapi itu tak berhasil. Saya selalu mendapatkan kesan kami memulai dengan lambat, lalu berkembang, dan itu sesuatu yang kami harus renungkan untuk memastikan tak terjadi lagi," kata Di Francesco dilansir Football-Italia.
Di Francesco juga tak menyangka formasi tiga beknya bisa gagal. Ia merasa akan baik-baik aja karena dihuni oleh para pemain lama.
"Saya memilih pola tiga bek untuk memastikan kami tak terdesak seperti sebelumnya, tapi itu tak berhasil dan kami menerima hasilnya. Yang bisa kami ketahui adalah kami tak lagi solid di belakang, bahkan dengan pemain yang sama dengan musim lalu," imbuhnya.
Pada babak kedua, barulah permainan AS Roma mulai berkembang setelah Ivan Marcano yang berposisi sebagai bek ditarik keluar dan digantikan oleh Stephan El Shaarawy.
AS Roma pun mampu menyamakan kedudukan melalui Federico Fazio. Namun, kesalahan Steven N'Zonzi membuat klub Serigala Ibukota menenalan keklahan 1-2. Umpan cerbohnya berhasil diserobot Patrick Cutrone dan berbuah gol.
"Kami kebobolan terlalu banyak gol, membuat terlalu banyak pilihan buruk di lapangan, dan itu sesuatu yang harus kami perbaiki di latihan. Saya mencoba membuat pertahanan lebih solid, tapi kami terus kurang akurat soal waktu, kapan harus agresif dan kapan harus menahan diri," tutup pelatih 48 tahun itu.
Kekalahan ini memaksa AS Roma tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara Serie A musim 2018/2019. Bahkan, mereka berpeluang turun peringkat jika Fiorentina, Genoa, Empoli, dan AC Milan meraih kemenangan di giornata ketiga.
Berita Terkait
-
Napoli Taklukkan Olympiakos, Conte Kirim Sinyal Kesiapan Jelang Serie A
-
Alvaro Morata Resmi Gabung Como: Siap Hancurkan Pertahanan Serie A
-
Manchester United Depak Rasmus Hojlund, AC Milan Siap Tampung
-
Serie A Berjaya! 4 Bintang Masuk Nominasi Ballon dOr 2025: Scott McTominay Kandidat Kuat
-
Fabio Capello Ungkap Syarat AC Milan Jadi Raja Italia Musim Ini, Apa Itu?
-
Serie A Pangkas Gaji 25% Saat Degradasi: Nasib Jay Idzes di Venezia Terancam?
-
Kabar Menyedihkan Legenda AC Milan Franco Baresi: Doa Dipanjatkan Milanisti
-
Juventus Buka Harga Rp412 M untuk Vlahovic, AC Milan Sanggup Bayar?
-
Juventus Cuma Imbang Lawan Reggiana: Igor Tudor Tetap Puas, Kok Bisa?
-
Kena Skak Antonio Cassano, Rafael Leao Kasih Respon Nyeleneh
Terkini
-
Tudor Murka! Bela Mati-Matian Vlahovic dari Ejekan Suporter Juventus
-
Debut Langsung Juara! Luca Chevalier Buktikan Depak Donnarumma Keputusan Tepat
-
Lucas Chevalier, Kiper Bergaya Playmaker yang Antar PSG Juara Piala Super Eropa
-
Inigo Martinez Pilih Uang Besar daripada Treble Bersama Barcelona
-
Alvaro Morata Resmi Gabung Como: Siap Hancurkan Pertahanan Serie A
-
Nilai Transfer Rp875 Miliar, Ramsey Jadi Investasi Besar Newcastle United
-
Luis Enrique: PSG Tidak Pantas Kalahkan Tottenham
-
Napoli Taklukkan Olympiakos, Conte Kirim Sinyal Kesiapan Jelang Serie A
-
Muda dan Berbakat, Giovanni Leoni Jadi Target Transfer Panas Liverpool
-
Mbappe Bersinar, Real Madrid Hajar WSG Tirol 4-0 Tutup Pramusim