Husna Rahmayunita
Hasani Abdulgani bagikan perkembangan naturalisasi Justin Hubner. (Instagram/@hasaniabdulgani)

Bolatimes.com - Proses naturalisasi pemain keturunan Justin Hubner masih menjadi tanda tanya. Terdapat perbedaan pendapat dari sang pemain dan PSSI.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menerangkan pihaknya menjalin negosiasi dengan tiga calon pemain naturalisasi yang semula diproyeksi untuk Timnas Indonesia U-20 termasuk Justin Hubner.

"Tiga naturalisasi itu karena ada Piala Dunia U-20. Jadi sekarang karena U-20-nya tidak ada kita sekarang bernegosiasi lagi, apakah mau jadi kita (WNI)," Kata Arya saat ditemui awak media di GBK Arena, Jakarta, Selasa (11/4/2023).

Baca Juga:
Ditanya Soal Perpanjangan Kontrak Shin Tae-yong, Begini Kata Erick Thohir

Hal ini menyusul pencoretan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang membuat wakil Merah Putih batal tampil di kejuaraan tersebut.

Di sisi lain, dalam sebuah wawancara, Justin Hubner mengaku masih tertarik membela Timnas Indonesia, namun tak ada pihak dari PSSI yang menghubunginya terkait kelanjutan proses naturalisasi.

Perbedaan pernyataan antara pihak PSSI dan Justin Hubner sontak mengundang tanya di kalangan pencinta sepak bola.

Baca Juga:
Jadwal Timnas Indonesia U-22 vs Lebanon Malam Ini di SUGBK

Eks Exco PSSI Hasani Abdulgani jawab soal naturalisasi Justin Hubner. (Instagram)

Seorang netizen lantas menyinggungnya dalam unggahan Mantan Exco PSSI Hasani Abdulgani yang sebelumnya bertugas mengurus proses naturalisasi pemain keturunan.

"Jadi untuk Justin Hubner yang betul yang mana Pak? Emang sudah dihubungi atau emang belum ada yang dihubungi. Beda statement soalnya dari dua kubu," tanyanya.

Menurut Hasani Abdulgani, federasi telah menghubungi pemain. Namun, ia menduga pemain yang bersangkutan tak memahami adanya pergantian kepemimpinan di PSSI yang mempengaruhi pengurusan proses naturalisasi.

Baca Juga:
Rizky Ridho Pastikan Timnas Indonesia U-22 Siap Tempur Lawan Lebanon

"Kan sudah dikatakan, tidak mungkin federasi tidak mengkontrak si pemain. Mungkin si pemain tidak paham kalau di federasi ada perubahan karena pergantian pimpinan," sambungnya.

Load More