hitekno.com - Berikut ini tiga alasan mengapa PSIS Semarang akan menjadi kandidat kuat juara Liga 1 di musim 2022/2023 mendatang.
Gelaran Liga 1 musim 2021/2022 resmi usai pada Kamis (31/3). Dalam gelaran musim ini, Bali United keluar sebagai pemenang.
Selain itu, gelaran Liga 1 musim ini menghadirkan kejutan di mana dua tim tradisional yang biasa ada di kasta teratas, yakni Persela Lamongan dan Persipura Jayapura harus terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Baik Persela dan Persipura dipastikan terdegradasi bersama Persiraja Banda Aceh usai menempati tiga peringkat terbawah dari 18 klub yang ada.
Berakhirnya gelaran Liga 1 musim ini pun membuat beberapa tim mulai melakukan evaluasi dan berbenah untuk menyambut Liga 1 musim depan.
Dari sekian banyak tim yang akan berpartisipasi di Liga 1 musim depan, ada PSIS Semarang yang langsung tancap gas dengan membenahi skuat.
Gebrakan yang dilakukan PSIS ini terbilang jitu, di mana tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini baru saja mendatangkan Taisei Marukawa dan Carlos Fortes.
Kedua pemain ini didatangkan sesaat setelah Liga 1 musim 2021/2022 berakhir. Baik Taisei dan Fortes sendiri punya nama besar dengan status sebagai pemain terbaik musim ini dan top skor kedua liga.
Kedatangan keduanya pun membuat banyak pihak meyakini bahwa PSIS bisa saja menjadi kandidat kuat juara musim depan.
Apalagi jika menilik tiga alasan berikut ini.
1. Mendatangkan Pemain Berkelas
Datangnya Taisei Marukawa dan Carlos Fortes sehari setelah Liga 1 musim 2021/2022 usai menjadi sinyal bahwa PSIS tak main-main dalam menyambut musim depan.
Selain itu, kedua pemain ini dianggap hanya awalan saja, mengingat PSIS masih akan melakukan evaluasi terhadap para pemain asingnya.
Sejauh ini baru Flavio Beck Jr dan Chevaughn Walsh yang ditendang. Nantinya beberapa pemain diyakini akan menyusul.
Dengan kata lain, PSIS akan mendatangkan amunisi asing lainnya yang tak kalah berkualitas, jika melihat pergerakannya yang berhasil mendatangkan Taisei Marukawa dan Carlos Fortes.
2. Manajemen yang Kuat
Salah satu kunci keberhasilan sebuah tim dalam sepak bola tak hanya dari banyaknya pemain bintang di tubuh skuat, melainkan juga manajemen yang kuat.
Sejauh ini, PSIS telah membuktikan diri sebagai salah satu tim dengan manajemen yang mumpuni, di bawah arahan sang CEO, Yoyok Sukawi.
Bukti kesolidan dan mumpuninya manajemen PSIS terlihat dari pengembangan sektor pemain muda yang melahirkan dua penggawa Timnas Indonesia, Pratama Arhan dan Alfeandra Dewangga.
Dalam urusan transfer pun, manajemen PSIS tak asal-asalan. Datangnya Taisei Marukawa dan Carlos Fortes menjadi bukti keseriusan manajemen agar tak cuma jadi penggembira di Liga 1 musim depan.
Dan terakhir yang paling penting adalah soal infrastruktur, di mana manajemen PSIS mengutamakan aspek ini agar menjadi klub yang lebih profesional.
3. Infrastruktur
Bila dibandingkan tim Liga 1 lainnya, nampaknya hanya PSIS yang gencar melakukan pembangunan fasilitas untuk tim.
Masuknya Junianto selaku pemilik Wahyu Agung Group yang merupakan pemilik saham PSIS membuat tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini menggeber infrastruktur agar menjadi tim profesional.
Infrastruktur itu berupa tempat latihan atau Training Center bagi para pemain dan juga kantor megah untuk manajemen tim.
Selain itu, PSIS juga tak melupakan orientasinya melahirkan bakat muda, dengan mengembangkan akademinya yang ditunjang dengan komplek latihan mumpuni.
Kontributor: Felix Indra Jaya
Terpopuler
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
-
6 Tips Agar Perjalanan Mudik Lebih Nyaman saat Naik Pesawat
-
Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus