Irwan Febri Rialdi
Ketum PSSI, Mochamad Iriawan. (Dok. Suara.com)

Bolatimes.com - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mendukung bek kiri tim nasional Indonesia Pratama Arhan untuk melanjutkan karier sepak bolanya di Liga 2 Jepang atau J2 League.

"Saya yakin kamu bisa sukses di Jepang. Kamu juga akan membawa nama bangsa," ujar Iriawan, dikutip dari laman PSSI di Jakarta, Rabu.

Iriawan sendiri menyampaikan langsung pesannya tersebut melalui telepon video dengan Arhan.

Baca Juga:
Bali United Tundukkan PSS Sleman, Berikut Klasemen Terbaru Liga 1 2021/2022

Pengumuman perpindahan Pratama Arhan ke Tokyo Verdy dari PSIS Semarang keluar pada Rabu dari masing-masing klub.

Arhan dikontrak Tokyo Verdy selama dua tahun. Namun, pihak PSIS menyebut tidak ada biaya untuk transfer tersebut alias gratis.

Tokyo Verdy sendiri merupakan salah satu klub tersukses di Jepang dengan mengumpulkan dua gelar juara J1 League, lima status kampiun Piala Emperor, enam trofi juara Piala J League dan satu kali juara Liga Champions Asia.

Baca Juga:
Sedang Berlangsung, Link Live Streaming Bali United vs PSS Sleman di Liga 1

Klub yang saat berdiri (tahun 1969) bernama Yomiuri FC itu pertama kali terdegradasi ke J2 League pada tahun 2005 lantaran pada musim itu mereka menduduki posisi ke-17 (dari 18 tim) J1 League.

Namun, Tokyo Verdy kembali ke J1 League pada tahun 2008 sebelum terlempar lagi ke J2 League hingga saat ini.

Arhan pun bertekad untuk membantu klub barunya itu kembali ke J1 League.

Baca Juga:
Tangis Kamila Valeiva Pecah di Gelanggang, Disebut Korban Pelaku Kekerasan Anak

Menurut Arhan, setidak-tidaknya ada empat aspek dari dirinya yang dapat mendukung penampilan timnya tersebut.

"Saya memiliki kecepatan di sisi kiri, 'crossing' (umpan silang), suplai bola dan lemparan ke dalam jauh ke kotak penalti," tutur pemain muda terbaik Piala AFF 2020 tersebut.

Pratama Arhan bukanlah pemain Indonesia pertama yang berkarier di Jepang. Sebelum dirinya, ada nama-nama seperti Ricky Yacobi, Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly yang pernah mengadu nasib di Negeri Sakura.

Baca Juga:
Tolak Peluru: Pengertian, Sejarah, dan Peraturan

(Antara)

Load More