Bolatimes.com - Manchester United tidak menunjukkan progres signifikan setelah memecat Ole Gunnar Solskjaer dan menggantinya dengan Ralf Rangnick.
Oleh karena itu narasi untuk memecat Rangnick pun bermunculan. Permintaan ini salah satunya datang dari mantan pemain Timnas Inggris, Paul Merson, yang merasa Rangnick gagal menangani Man United sebagai pelatih sementara.
Adapun, Rangnick datang ke Old Trafford pada pengujung tahun lalu setelah Solskjaer didepak. Akan tetapi, hasil yang didapatkan The Red Devils masih jauh dari memuaskan bagi Merson.
Terbaru, Man United bahkan tersingkir dari Piala FA usai dikalahkan oleh Middlesbrough lewat adu penalti. Bahkan dalam dua pertandingan setelahnya, Man United gagal meraih kemenangan.
Lantas, apa saja alasan kuat sehingga Manchester United harus memecat Ralf Rangnick? Berikut ulasannya.
1. Hasil Tak Memuaskan
Ketika ditunjuk sebagai pelatih interim, ekspektasi tinggi dibebankan kepada Rangnick untuk membawa Manchester United bangkit.
Namun, hasil yang didapatkan oleh Bruno Fernandes justru tak memuaskan. Sudah 13 pertandingan yang dimainkan MU di bawah asuhan Rangnick dengan hasil 6 kemenangan, 6 kali imbang, dan sekali kalah.
Jika rentetan hasil negatif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin posisi Man United di papan klasemen bakal melorot. Mereka kini ada di posisi kelima dengan 40 poin, tapi sangat berpotensi disalip oleh Arsenal, Tottenham Hotspur, hingga Wolverhampton Wanderers.
2. Skema Permainan Tak Berjalan
Datangnya Rangnick diprediksi bakal mengubah bentuk permainan Man United. Pasalnya, Rangnick identik dengan permainan Gegenpressing.
Akan tetapi, skema permainan ini nyatanya belum bisa diterapkan dengan mulus oleh pasukan 'Iblis Merah'. Justru, dalam beberapa kesempatan Man United terlihat kehilangan pola permainan.
3. Keharmonisan Tim Dipertanyakan
Rangnick juga dianggap gagal membuat kondisi tim lebih kondusif. Ini dibuktikan dengan banyaknya pemain-pemain bintang Man United yang pergi di bursa transfer musim dingin kemarin.
Ada Anthony Martial yang pergi ke Sevilla, lalu Donny van de Beek yang hengkang ke Everton. Kepergian mereka sama-sama didasari karena tidak mendapat banyak kesempatan bermain.
(Kontributor: Aditia Rizki)
Berita Terkait
-
Grimsby Town Tantang Manchester United, Mimpi atau Bencana?
-
Marcus Rashford Bongkar Kekacauan MU: Tidak Ada Rencana Jangka Panjang
-
Harry Maguire Blak-blakan: Semua Benci Manchester United!
-
Alejandro Garnacho Ancam Manchester United: Lepas ke Chelsea atau Saya Magabut
-
Statistik Menggila! Inilah Alasan Benjamin Sesko Layak Jadi Mesin Gol Setan Merah
-
Gila-Gilaan! MU Mau Datangkan Duo Bintang Premier League dan PSG Sekaligus
-
Geger di Old Trafford! Suporter Man United Batalkan Demo Besar, Ada Apa?
-
Pesona Anita Vidovic, Pendamping Setia Striker Baru Manchester United Benjamin Sesko
-
Kata Benjamin Sesko Pasca Pindah ke Manchester United dengan Mahar Rp1,6 T
-
Manchester United Depak Rasmus Hojlund, AC Milan Siap Tampung
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025