hitekno.com - CEO Persijap Jepara, Esti Puji Lestari menyebut banyak hal yang tak beres di balik penyelenggaraan kongres PSSI. Hal itu diungkapkan lewat unggahan di akun Instagramnya, kemarin.
Kongres Tahunan PSSI baru saja selesai. Dalam agenda rutin yang digelar di Nusa Dua, Bali kemarin terasa begitu spesial lantaran secara mengejutkan Edy Rahmayadi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.
Atas keputusannya, secara struktural posisinya digantikan oleh Joko Driyono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI dan Iwan Budianto naik mengisi posisi yang ditinggalkan Joko Driyono.
Selain soal mundurnya Edy Rahmayadi, hal lain yang juga mengagetkan dari agenda kongres PSSI ternyata terselip sejumlah agenda yang tak beres. Hal ini setidaknya terungkap dari unggahan CEO Persijap Jepara, Esti Puji Lestari lewat akun Instagramnya.
Ia menyebut bahwa banyak sekali pertemuan-pertemuan tak biasa yang terjadi di luar kongres. Ada negosiasi sebelum angkat kartu hijau dan merah serta keputusan yang dikondisikan.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak laporan yang diberikan secara mendadak sehingga nyaris tak bisa menyerap informasi yang disampaikan. Lebih dari itu, banya voter yang menolak agenda diskusi demi tercapainya waktu singkat di kongres.
"Banyak sekali "kongres" di Luar kongres. Banyak negosiasi sebelum angkat kartu hijau dan merah dan keputusan di pre kondisikan. Banyak sekali laporan laporan Yang di berikan mendadak sehingga kami tidak ada waktu menyerap informasi
Banyak voter menolak agenda diskusi demi tercapai nya waktu singkat di kongres. Jadi mau ngapain kongres itu?" tulisnya.
Di akhir keterangannya, Esti menegaskan bahwa apa yang ditulisnya bukan bermaksud membuat suasana gaduh, tetapi ia tak ingin jadi sosok penikam dari belakang.
"Mungkin anda semua benci dengan komentar saya dan menyalahkan saya Bahwa saya menciptakan suasana tidak kondusif, tapi saya bukan penikam dari belakang. Saya bicara di depan! Demikian terima kasih. Selamat untuk Pak Joko Driyono sebagai ketua Umum PSSI Semoga lebih bisa mengayomi kami yang tukang komplain ini di masa jabatan yang akan datang. Lagi enggak pengen diplomatis," tandas perempuan yang aktif mengembangkan sepakbola wanita di bumi Kartini itu.
Terpopuler
-
Roberto Mancini Targetkan Dua Trofi Juara untuk Timnas Italia
-
Mengintip Kekuatan Skuat Timor Leste Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Reza Arya Cetak Rekor 100 Laga, Bakal Geser Maarten Paes dan Emil Audero?
-
Persib Incar Awal Musim Sempurna: Juara Liga dan Tembus Asia
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Markas Persija Disindir Mantan: Stadion Bagus, Tapi Rumput Tak Ada yang Urus