Stephanus Aranditio
Pemain Timnas Indonesia U-19 Witan Sulaeman (tengah) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Taiwan dalam laga Grup A Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/10/2018). Indonesia menang dengan skor 3-1. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Bolatimes.com - Di balik sikapnya yang ramah dan murah senyum, gelandang tim nasional sepak bola U-19 Indonesia Witan Sulaeman ternyata memiliki kepribadian lain jika sudah berada di lapangan.

Begitu menginjakkan kakinya di hamparan rumput stadion dengan gema teriakan dukungan ribuan suporter, Witan yang murah senyum berubah menjadi sosok pemuda yang trengginas.

Dengan tinggi badan 167 centimeter, Witan tak ragu berduel satu lawan satu dengan pemain lawan dengan penuh rasa percaya diri. Dengan teknik mengolah bola yang dimilikinya, Witan memiliki operan akurat dan daya jelajah tinggi di atas arena pertandingan. Tak ketinggalan, naluri kuat dalam mencetak gol.

Baca Juga:
PSM Makassar Gusur Persib Bandung dari Puncak Klasemen Liga 1

Melihat lugasnya dia berlaga, tidak banyak yang menyadari bahwa di usianya yang baru 17 tahun, Witan adalah pemain termuda di skuat yang kini dilatih Indra Sjafri.

Pemain Timnas Indonesia Witan Sulaeman menembak bola ke gawang Timnas Taiwan dalam penyisihan Grup A Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Salah satu penampilan terbaik jebolan SKO Ragunan di tim nasional U-19 Indonesia tampak saat skuat berjuluk Garuda Nusantara itu menghadapi Taiwan di laga perdana Grup A Piala Asia U-19 2018, Kamis (18/10/2018).

Bertanding di stadion kebanggaan rakyat Indonesia, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Witan sukses menyihir penggemar sepak bola dengan mencetak dua gol dan satu assist kala mengantar Indonesia memetik kemenangan gemilang 3-1.

Baca Juga:
Alasan Luke Shaw Memutuskan Bertahan di Manchester United

Di laga itu, Witan yang diturunkan di sisi kiri menjadi ancaman berbahaya bagi pertahanan Taiwan hampir di sepanjang pertandingan. Apalagi, Egy Maulana yang sejatinya menjadi andalan utama pendobrak lini belakang lawan sulit bergerak karena selalu dijaga setidaknya oleh dua pemain Taiwan saat mendapatkan bola.

Gol pertama yang dipersembahkan oleh Egy Maulana Vikri di menit ke-50 terjadi setelah Egy memanfaatkan umpan silang Witan Sulaeman.

Pemain Timnas Indonesia Witan Sulaeman saling berebut bola dengan pesepak bola Taiwan Karl Hu Josefsson dalam penyisihan Grup A Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Witan lalu mencetak gol pada menit ke-71 melalui sundulan dan gol keduanya ditorehkannya pada di menit ke-89. Sementara gol Taiwan dibuat pada menit ke-52 oleh Wang Chung-Yu.

Baca Juga:
10 Fakta Penting Derby Della Madoninna, Inter vs AC Milan

Kemenangan itu membuat Indonesia untuk sementara memimpin Grup A dengan keunggulan selisih gol dari peringkat dua Uni Emirat Arab yang menaklukkan Qatar 2-1 di laga sebelumnya.

''Sulit menemukan kesalahan pemain ketika dia mencetak dua gol dalam satu pertandingan. Namun penampilannya tetap akan dievaluasi,'' ujar pelatih timnas U-19 Indonesia Indra Sjafi mengomentari performa Witan.

Pelatih timnas U-19 Taiwan Von Ca Nhum juga ''angkat topi'' untuk Witan. Menurut dia, Witan merupakan pemain yang sukar dihadang secara ''man to man''.

Baca Juga:
50 Muslim Paling Berpengaruh 2019: Ada Jokowi Hingga Mo Salah

Hal tersebut terlihat dari ketiga gol ke gawang Taiwan akibat "ulah" pemain bernomor punggung delapan itu. Semuanya terjadi kala pemain Taiwan memberikan Witan ruang untuk bergerak di sekitar kotak penalti.

''Dia sangat cepat dan tajam,'' kata Von Ca Nhum.

Dicegat awak media ketika berjalan di ''mixed zone'' SUGBK, Witan menanggapi dengan rendah hati dua gol dan satu assistnya ke gawang Taiwan.

''Tidak penting siapa yang mencetak gol, yang penting tim menang,'' tutur pesepak bola yang lahir pada 8 Oktober 2001 itu, diselingi senyum.

Witan menilai masih banyak yang harus diperbaiki di laga berikutnya Grup A menghadapi Qatar, Minggu (21/10/2018). Sering kali masih buru-buru dalam menyerang menjadi titik evalusi penting.

''Namanya jiwa masih muda, terkadang kami tidak sabar ingin cepat-cepat mencetak gol,'' ujar Witan.

Sebelum kembali ke bus merah tim nasional Indonesia yang sudah menunggu, Witan dengan mantap ingin mempersembahkan dua golnya bagi korban bencana gempa bumi serta tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, termasuk keluarganya yang memang tinggal di Palu.

''Dua gol itu untuk masyarakat Indonesia, khususnya untuk keluarga di Palu dan semua korban bencana di Sulawesi Tengah,'' pungkasnya.

 

berita ini sudah ditayangkan di suara.com

Load More