Jum'at, 27 Januari 2023
Rauhanda Riyantama : Jum'at, 14 Oktober 2022 | 14:59 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Bolatimes.com - Bintang Paris Saint-Germain, Neymar sedng diterpa kabar tak sedap. Ia dituduh melakukan korupsi sehingga terancam penjara selama lima tahun.

Melansir dari ESPN, Neymar dituduh korupsi dan menipu atas proses tranfernya dari Santos ke Barcelona pada 2013 silam. Kasus korupsi ini berawal dari laporan perusahaan investasi Brasil DIS.

Neymar rencananya akan diadili di Spanyol pada Senin pekan depan. Di sana juga akan diadili orang tua Neymar, kedua klub, mantan presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu dan Sandro Rosell, dan mantan presiden Santos Odilio Rodrigues.

Kasus ini bermula dari pengaduan DIS, sebuah perusahaan Brasil yang memiliki 40 persen hak atas Neymar saat masih di Santos. DIS berpendapat bahwa mereka kehilangan haknya dari transfer karena nilai sebenarnya dari kesepakatan transfer.

Hanya saja Neymar telah membantah tuduhan itu tetapi kalah dalam banding di Pengadilan Tinggi Spanyol pada 2017.

Baker McKenzie, yang akan membela Neymar dan keluarganya dalam persidangan, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka akan berargumen bahwa pengadilan Spanyol tidak memiliki yurisdiksi untuk menuntut keluarga Neymar karena transfer tersebut melibatkan warga negara Brasil di Brasil.

Jaksa Spanyol menuntut hukuman penjara dua tahun untuk Neymar dan pembayaran denda 10 juta euro. Ditambah hukuman penjara lima tahun untuk Rosell dan denda 8,4 juta eurp untuk Barcelona.

Barcelona dan pengacara yang mewakili Bartomeu menolak mengomentari kasus tersebut. Sementara pihak Santos tidak segera menanggapi permintaan komentar dan Rodrigues tidak dapat dihubungi.

Terlepas dari kasus tersebut, tentu jadi kerugian buat Neymar yang akan tampil bersama Timnas Brasil di Piala Dunia 2022. Mengingat ia menjadi salah satu tumpuan lini depan Selecao untuk meraih gelar tahun ini.

BACA SELANJUTNYA

4 Momen Perkelahian Lionel Messi yang Paling Dikenang