Bolatimes.com - Timnas Portugal masih akan mempercayakan kendali timnya kepada Fernando Santos saat mengarungi belantara Piala Dunia 2022 di Qatar.
Tak berlebihan sebetulnya jika menyebut Fernando Santos sebagai sosok pelatih yang berjasa besar di balik kesuksesan timnas Portugal selama delapan tahun terakhir.
Sebab, dia pernah membawa timnas Portugal meraih trofi EURO 2016 dan gelar juara UEFA Nations League 2019. Ini adalah dua gelar bergengsi pertama dalam sejarah sepak bola Portugal.
Namun, pada Piala Dunia 2022, Fernando Santos harus siap-siap membawa Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan menghadapi persaingan ketat di Grup H. Sebab, mereka harus menghadapi beberapa tim kuat di grup ini.
Di Grup H, Portugal akan saling sikut dengan Uruguay, Ghana, dan Korea Selatan. Di atas kertas, Uruguay jadi salah satu lawan yang paling sulit ditaklukkan A Selecao, julukan timnas Portugal.
Ulasan Karier sebagai Pelatih
Setelah malang melintang menjadi pemain profesional, Fernando Santos akhirnya gantung sepatu pada 1987 karena diangkat menjadi asisten pelatih Estoril.
Kariernya di dunia racik strategi memang lebih banyak dihabiskan bersama klub. Itu pun hanya berkisar di dua negara saja, yakni Yunani dan Portugal.
Klub Yunani yang tercatat pernah menggunakan jasanya ialah AEK Athens, Panathinaikos, dan PAOK. Sisanya, dia mengasuh klub-klub Portugal.
Selain Estoril, Fernando Santos juga pernah menukangi Estrela Amadora 1993-1998)
Porto (1998-2001), Sporting CP (2003-2004), dan Benfica (2006-2007).
Adapun di level tim nasional, dia sudah pernah menjabat sebagai pelatih kepala timnas Yunani (2010-2014), dan mengasuh timnas Portugal dari tahun 2014 sampai sekarang.
Prestasi Fernando Santos
Sepanjang karier kepelatihannya yang telah merentang selama nyaris 35 tahun, Fernando Santos sudah beberapa kali mempersembahkan gelar juara, baik di level klub maupun tim nasional.
Prestasi pertamanya sebagai pelatih ialah membawa Porto merengkuh trofi Primeira Liga 1998/1999. Selain itu, ada dua gelar Taca de Portugal (1999/2000 dan 2000/2001) dan Supertaca Candido de Oliveira (1998 dan 1999).
Adapun ketika meniti karier di Yunani bersama sejumlah klub, dia hanya mampu mempersembahkan gelar untuk AEK Athens, yani Piala Yunani alias Greek Cup 2001/2002.
Selanjutnya, prestasi Fernando Santos saat menakhodai timnas juga hanya berhasil bersama Portugal. Mulai dari gelar juara Euro 2016, UEFA Nations League 2018/2019, dan peringkat ketiga FIFA Confederations Cup 2017.
Profil Fernand Santos
Nama: Fernando Manuel Fernandes da Costa Santos
Tempat Lahir: Lisbon
Tanggal Lahir: 10 Oktober 1954
Usia: 67 Tahun
Kewarganegaraan: Portugal
Karier sebagai Pelatih
Estoril - Asisten Pelatih (1987-1988)
Estoril (1988-1994)
Estrela Amadora 1993-1998)
Porto (1998-2001)
AEK Athens (2001-2002 dan 2004-2006)
Panathinaikos (2002)
Sporting CP (2003-2004)
Benfica (2006-2007)
PAOK (2007-2010)
Timnas Yunani (2010-2014)
Timnas Portugal (2014-sekarang)
Tag
Berita Terkait
-
Chelsea Juara Dunia, Bonus Rp249 Miliar Mengalir ke Keluarga Jota
-
Timnas Indonesia U-17 Siap Uji Nyali di Medan! Nova Arianto: Kami Sangat Butuh
-
Bocor! Pemain Keturunan Indonesia Rp31 M Bakal Dinaturalisasi Bareng Mauro Zijlstra
-
Otoritas Pajak AS Getok Chelsea Rp210 M Usai Juara Piala Dunia Antarklub
-
Pilih Jualan Parfum Dibanding Cari Klub Baru, Ini Duit yang Diraup Justin Hubner
-
Media Timur Tengah Remehkan Timnas Indonesia Segrup dengan Arab dan Irak
-
Harga Gila Tiket Paket VIP Piala Dunia 2026, Setara Mobil Matic!
-
Viral Donald Trump Kegep Ambil Medali Juara Piala Dunia Antarklub 2025
-
Enzo Maresca: Juara Piala Dunia Antarklub yang Gemar Catur
-
Magic Cole Palmer dan Kejeniusan Maresca Bikin PSG bak Tim Amatir
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang