Galih Priatmojo | Andiarsa Nata
Ilustrasi Ballon d'Or (Olivier Morin/AFP)

Bolatimes.com - Sebanyak 30 kandidat peraih Ballon d'Or 2018 telah diumumkan kemarin pada Senin (8/10/2018). Jika melihat dari 30 nama tersebut, mereka memang layak untuk masuk dalam perebutan penghargaan bergengsi tersebut. Akan tetapi, terdapat 11 nama pesepak bola top yang berperan besar dalam tim dan tim nasional justru tak masuk dalam kandidat peraih Ballon d'Or.

Pada kesempatan sebelumnya di ajang penghargaan pemain terbaik dunia versi FIFA, Luka Modric sukses menyabet gelar tersebut dari Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah. Modric pun berpeluang besar untuk mengawinkan gelarnya tersebut dengan Ballon d'Or.

Penghargaan Ballon d'Or berbeda dengan penghargaan pemain terbaik dunia versi FIFA. Penghargaan ini diselenggarakan oleh media olahraga top Prancis, France Football yang pemenangya akan ditentukan oleh para jurnalis internasional, dengan satu wakil per negara.

Baca Juga:
Michael Essien Meyakini Hazard Bahagia di Chelsea

France Football pun telah merilis daftar kandidat peraih Ballon d'Or sebanyak 30 pemain. Penghargaan tersebut rencananya akan diserahkan dalam seremoni yang akan digelar di Paris pada 3 Desember 2018.

Namun, dari sebanyak 30 nama yang telah dirilis sebagai kandidat peraih Ballon d'Or 2018, sejatinya ada 11 nama pesepak bola top yang juga layak masuk nominasi penghargaan tersebut.

Mereka berperan besar terhadap keberasilan tim dan tim nasional. Meski begitu, mereka justru gagal masuk sebagai kandidat.

Baca Juga:
Manchester United Terpuruk, Jose Mourinho Dibela Wayne Rooney

Berikut daftar 11 nama pemain yang gagal masuk sebagai kandidat peraih Ballon d'Or 2018:

1. Dani Carvajal

Bek Real Madrid Dani Carvajal. Jack GUEZ / AFP

Dani Carvajal adalah bek yang tidak tergantikan di Real Madrid dan Timnas Spanyol. Carvajal selalu menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi bek kanan El Real dan La Furia Roja. Pada musim lalu,Carvajal mampu menciptakan tujuh assist dan menjadi benteng Los Blancos hingga meraih gelar ketiga Liga Champions yang diraih secara beruntun.

Baca Juga:
3 Alasan Arsenal Makin Garang di Liga Primer Inggris

2. Keylor Navas

Keylor Navas (Giuseppe Cacace/AFP)

Performa Keylor Navas bersama Real Madrid dan Timnas Kosta Rika pada musim 2017/2018 begitu memukau. Keberhasian Los Blancos meraih gelar ketiganya di Liga Champions tidak lepas dari performa apik Navas. Begitu juga saat membela Kosta Rika di Piala Dunia 2018. Gawang yang dikawal Navas sulit untuk dibobol lawan.

3. Lucas Hernandez

Baca Juga:
Belum Move On, Edin Dzeko Bernyanyi untuk Manchester City

Jerome Boateng menghentikan bek Pranacis, Lucas Hernandez saat berhadapan di UEFA Nations League (Christof Stache/AFP)

Lucas Hernandez tampil apik bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2018. Pemain Atletico Madrid ini hampir selalu dimainkan oleh pelatih Didier Deschamps. Bahkan Hernandez menyumbang dua assist selama tampil di Piala Dunia 2018, satu assistnya tercipta saat final melawan Kroasia.

4. Samuel Umtiti

Samuel Umtiti/Instagram

Samuel Umtiti menjadi benteng kokoh di lini belakang Barcelona dan Timnas Prancis selama Piala Dunia 2018. Performanya di level klub pun tidak bisa diremehkan, Umtiti membantu Blaugrana mengangkat trofi La Liga dan Copa del Rey pada musm 2017/18. Ia juga menyumbang satu gol ketika membawa Prancis unggul atas Belgia di babak semifinal Piala Dunia 2018.

5. Jordi Alba

Jordi Alba (@jordialbaoficial/Galih)

Jordi Alba adalah pemain yang selalu menjadi pilihan utama di posisi bek kanan Barcelona dan Timnas Spanyol. Alba menyumbang 11 asisst dan 3 gol untuk Blaugrana pada musim lalu. Selain itu, bek berusia 29 tahun itu tampil penuh di Piala Dunia 2018.

6. Sergio Busquets

Pemain Barcelona Sergio Busquets menghentikan pemain Chelsea Eden Hazard [AFP]

Sergio Busquets adalah pemain yang selalu menjadi pemain inti di Barcelona. Begitu juga dengan di Timnas Spanyol, ia selalu memainkan peran penting dalam taktik yang dimainkan. Tapi sayang, jebolan La Masia itu masih belum diakui dan kembali gagal masuk dalam kandidat peraih Ballon d'Or.

7. Casemiro

Casemiro/Instagram

Pemain yang memiliki posisi sebagai gelandang ini memainkan peran penting dalam taktik yang dimainkan Zinedine Zidane saat masih menukangi Real Madrid. Atas peran Casemiro juga lah Los Blancos bisa meraih gelar ketiga Liga Champions. Di Timnas Brasil pun demikian, Casemiro selalu menjadi pengatur serangan tak tergantikan. Tapi di Piala Dunia 2018, ia harus melihat timnya tersingkir karena tidak bisa bermain karena terkena akumulasi kartu kuning.

8. Philippe Coutinho

Phillipe Coutinho/Instagram

Sangat amat disayangkan, Philippe Coutinho meninggalkan Liverpool untuk bergabung dengan Barcelona di tengah musim. Hal itu mungkin mejadi nilai minus untuk Coutinho meski bersinar bersama Barcelona dengan mencetak 22 gol dan 14 assist untuk Liverpool dan Barcelona. Di level Internasional, Coutinho tampil apik membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2018. Ia mencetak dua gol dan dua assist.

9. Ivan Perisic

Ivan Perisic. (Miguel Medina/AFP).

Ivan Perisic tampil impesif bersama Timnas Kroasia di Piala Dunia 2018. Pemain berusia 29 tahun itu mencetak tiga gol dan satu asisst untuk membawa Vetrani hingga final. Perisic juga tampil bagus bersama Inter Milan dengan mencetak 11 gol dan 11 asisst Serie A dan membawa Nerazzurri lolos ke Liga Champions.

10. Paulo Dybala

Selebrasi Paulo Dybala saat membobol gawang Young Boys pada 2 Oktober 2018 (Marco Bertorello/AFP)

Paulo Dybala tampil mempesona di Serie A bersama Juventus pada musim lalu. Dybala mencetak 22 gol dalam 33 penampilannya. Kekurangan pemain Timnas Argentina ini hanya tidak mendapat kesempatan bermain ketika membela negaranya di Piala Dunia 2018.

11. Robert Lewandowski

Robert Lewandowski (@BBCSport/Twitter)

Pada Piala Dunia 2018, Polandia memang kurang menunjukkan penampilan yang begitu baik. Meski begitu, penampilan Robert Lowendowski di level klub tidak bisa diremehkan. Ia adalah mesin gol Bayern Munchen yang mencetak 41 gol di sepanjang musim 2017/18 dan membantu klub raksasa Jerman itu menjuarai Bundesliga dan Piala DFB.

Load More