Galih Priatmojo
Timnas Spanyol/Instagram

Bolatimes.com - Timnas Spanyol memetik hasil kurang maksimal kala menghadapi Swiss di laga ujicobadi Estadio de la Ceramica, Villarreal, Senin (4/6/2018). Spanyol sempat unggul lebih dulu melalui Alvaro Odriozola di menit 29, sebelum akhirnya mampu disamakan Swiss melalui Ricardo Rodriguez yang memanfaatkan dengan baik bola yang lepas dari genggaman kiper De Gea.

Hasil imbang ini merupakan torehan kedua dari tiga kali laga ujicoba yang telah dilakoni skuat Matador. Sebelumnya, Iniesta dkk juga berhasil ditahan imbang oleh Timnas Jerman 1-1.

Meski tampil kurang mengesankan di laga awal pemanasan jelang Piala Dunia 2018 Rusia, Spanyol tetaplah tim unggulan. Skuat La Furia Roja masuk dalam kandidat yang diprediksi bakal mampu mengulang sukses pada 2010 silam merengkuh Piala Dunia.

Baca Juga:
Manajer Persija Pertanyakan Reaksi Negatif Manajer Persebaya

Diamati lebih jauh, mungkin kini Spanyol telah merangkak menuju era yang berbeda dengan periode 8 tahun silam. Bisa dibilang era 2010 adalah masa keemasan Timnas Spanyol. Bagaimana tidak, nama-nama sekaliber Iker Casillas, Victor Valdes, Raul Albiol atau Carles Puyol, David Villa, Xavi Hernandez, Fernando Torres, Cesc Fabregas, Juan Capdevilla, Juan Mata, Xabi Alonso telah berhasil membawa kejayaan Timnas Spanyol untuk pertama kalinya merebut kampium paling prestisius sejagad, Piala Dunia.

Di bawah besutan juru taktik Vicente del Bosque, Spanyol bahkan mampu menyatukan tiga trofi besar yakni Piala Dunia, Euro 2008 dan Euro 2012. Prestasi ini menempatkan Spanyol sebagai satu-satunya tim yang berhasil memenangkan tiga turnamen internasional level besar secara berturut-turut.

Baca Juga:
PS Tira Vs Barito Putera, Ujian Berat Caretaker Miftahudin

Kini, era keemasan Spanyol tinggal menyisakan Pepe Reina, Andres Iniesta, Gerard Pique, Sergio Ramos, dan Sergio Busquets yang berkolaborasi dengan generasi baru seperti Kepa Arraizabalaga, Alvaro Odriozola, Saul Niguez, Koke, Thiago, Marco Asensio, Isco serta Lucas Vasquez.

Evolusi pun tampaknya terjadi di tubuh skuat Spanyol. Tiki taka ala Luis Aragones dan Vicente del Bosque beregenerasi di tangan Julen Lopetegui yang telah berjasa mengantarkan skuat matador muda U-19 juara Euro 2012 dan Timnas Spanyol U-21 kampiun Euro 2013.

Spanyol sudah 15 kali tampil di Piala Dunia dengan prestasi terbaik peringkat keempat yakni pada Piala Dunia 1950 di era Telmo Zarra. Setelah itu, mereka seperti tertidur pulas meski banyak melahirkan bintang sekaliber Alfredo Di Stefano, Andoni Zubizarreta, Emilio Butragueno, Julio Salinas, Michel, sampai Fernando Hierro, Fernando Morientes, dan Raul Gonzalez.

Setelah gagal total di Piala Dunia 2014, Spanyol pun berbenah. Dengan cepat mereka mampu bangkit dan kembali jadi momok di jagad sepak bola benua biru. Lihat saja bagaimana Mereka berhasil merajai kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia zona UEFA Grup G dengan rekor hanya sekali imbang 1-1 vs Italia dan selebihnya lawan dibuat tumbang. Spanyol berhasil mencetak 36 gol dari 10 laga dan hanya kebobolan tiga gol.

Baca Juga:
Hadapi PSM Makassar Jadi Pertaruhan Pelatih Peter Butler

Dan, tongkat estafet telah berpindah tangan. Generasi baru Tiki Taka ala Lopetegui diharapkan bisa menjejaki sukses era Vicente del Bosque. Asa itu mungkin saja bisa dilanjutkan apalagi skuat Spanyol yang sekarang dihuni oleh mayoritas para pemain tim juara Real Madrid yang baru saja mencetak hat-trick juara Liga Champions. 

Patut ditunggu ya

Baca Juga:
Tak Gunakan Pemain Senior, Thailand Pede di Asian Games 2018

 

Load More