Husna Rahmayunita
Wladimir Klitschko, mantan petinju Ukraina. (Instagram/@klitschko)

Bolatimes.com - Wladimir Klitschko mantap mendaftarkan diri menjadi tentara cadangan Ukraina. Mantan petinju tersebut siap membela negara untuk mewaspadai invasi Rusia.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia telah mengirimkan ribuah pasukan ke perbatasan Ukraina. Serangan militer ini diwaspadai oleh penduduk setempat, termasuk Klitschko.

Situasi ini membuat mendesak sekutu-sekutunya di Barat agar mengirim bantuan dan senjata. Namun, otoritas Moskow memastikan tak akan ada invansi.

Baca Juga:
Persebaya Krisis Pemain, Aji Santoso Ragu Lepas Marselino cs ke Timnas U-23

Klitschko dan Walikota Klitschko pekan lalu sama-sama mengkritik Jerman yang menolak memasok senjata. Tetapi saudara Wladimir melunak.

"Saya akan bilang terima kasih kepada Jerman, karena tidak ada negara lain yang berinvestasi di Ukraina sebanyak Jerman dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya

"Jerman itu nomor satu dan kemudian semua negara lain mendukung kami. Saya ingin mengucapkan 'terima kasih' atas dukungan ini," imbuhnya.

Baca Juga:
Profil Sergio Aguero, Pemain Argentina yang Akan Dinaturalisasi Malaysia

Teranyar Wladimir dan saudaranya Vitali Klitschko yang juga mantan juara tinju kelas berat hadir saat pembukaan pusat rekrutmen Pasukan Pertahanan Wilayah di ibu kota Ukraina.

Wladimir lantas mendaftarkan diri sebagai tentara cadangan Ukraina dengan alasan ingin membela negara dari ancaman invasi Rusia.

"Satu distrik dari sini, anak gadis saya akan pergi sekolah. Sekolah itu saat ini ditutup karena para duta besar sudah memulangkan keluarganya," kata Wladimir Klitschko merujuk penarikan sebagian kedutaan.

Baca Juga:
Sindiran Pemain Persebaya soal Kontroversi Offside Taisei Marukawa

"Ini soal cinta, cinta kepada kota saya, rumah saya, keluarga saya, tetangga saya, putri saya yang telah membawa saya ke sini hari ini, bahwa saya mengambil prakarsa ini dan kini mengambil bagian dalam membela negara ini."

Di sisi lain saudaranya berharap, konflik dengan Rusia dapat diselesaikan secara diplomatik.

"Jika tidak, kita harus bersiap mengangkat senjata dan membela negara," pungkasnya seperti dimuat Antara.

Baca Juga:
Senegal ke Final Piala Afrika 2021, Sadio Mane: Kami Pantas Menang

Load More