Rabu, 30 November 2022
Arif Budi Setyanto : Rabu, 08 Desember 2021 | 19:15 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Bolatimes.com - Indonesia resmi mundur dari Kerjuaran Dunia BWF 2021 yang sudah dikonfirmasi oleh pihak PP PBSI. Mundurnya tim Merah Putih tersebut membuat pihak BWF kecewa.

Keputusan Indonesia mundur tersebut diambil karena adanya virus COVID-19 varian Omicron yang penyebarannya tidak menentu. PBSI pun memutuskan mundur demi keselamatan para atlet.

"Keputusan menarik diri tim bulutangkis Indonesia dari Kejuaraan Dunia ini juga sudah disetujui oleh Bapak Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna," tutur Ketua Harian PBSI, Alex Tirta dalam keterangan tertulisnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky. Varian omicron menjadi pertimbangan dari keputusan sulit itu.

"Penyebaran virus Omicron yang cepat sehingga perubahan protokol kesehatan yang tidak menentu membuat kami memutuskan untuk mundur dari Kejuaraan Dunia 2021," kata Rionny.

Mundurnya tim Indonesia ini membuat BWF pun merasa kecewa. Hal itu disampaikan dari akun resminya pada Rabu (8/12/2021).

Tim bulu tangkis Indonesia juara Piala Thomas 2020. (Twitter/@geugouia)

"PBSI mengumumkan pada Rabu pagi mengungkapkan keprihatinan terkait situasi Covid-19. BWF kecewa dengan keputusan PBSI dan menyanyangkan penarikan itu dilakukan usai pengundian," laporan di situs resmi BWF.

Selain tim dari Indonesia, tunggal putra asal Jepang bernama Kento Momota juga memutuskan tak ikut dalam ajang bergengsi ini.

Sebab, Kento Momota mundur dari Kejuaraan Dunia BWF 2021 ini karena cedera. Sebelumnya pebulu tangkis Jepang ini sudah mengalami masalah punggung di BWF World Tour Finals 2021.

Terlepas dari itu, meski PBSI menarik mundur para altet pelatnas. Indonesia masih punya satu wakil di Kejuaraan Dunia BWF 2021, yakni ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Serena Kani.

BACA SELANJUTNYA

7 Wakil Indonesia Sudah Lolos, Berikut Jadwal BWF World Tour Finals 2022