Selasa, 30 November 2021
Husna Rahmayunita : Rabu, 15 September 2021 | 12:35 WIB

Bolatimes.com - Seorang sprinter dinyatakan positif doping setelah berhasil merebut medali perak Olimpiade Tokyo 2020 nomor estafet 4x100 meter.

Ialah Chijindu Ujah, sprinter asal Inggris Raya. Saat dilakukan uji sampel A pada Agustus 2021, Ujah dinyatakan positif doping.

Hasil uji sampel A dari sprinter 27 tahun itu mengandung zat terlarang jenis ostarine dan S-23 yang membuatnya diskors untuk sementara.

Ujah membantah telah melakukan pelanggaran. Ia bahkan mengaku terkejut mengetahui hasil tersebut.

"Saya tidak pernah dan tidak akan pernah secara sadar menggunakan zat terlarang," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Namun menurut laporan Badan Pengujian Internasional (ITA), setelah dilakukan uji sampel kedua, hasilnya tetap sama yakni Ujah positif doping.

"ITA mengonfirmasi bahwa sesuai permintaan atlet, analisis sampel B dilakukan di laboratorium terakreditasi WADA di Tokyo pada 19 Agustus 2021 dan prosedur tersebut mengonfirmasi hasil sampel A," demikian pernyataan ITA.

Atas kasus ini, kata ITA, sesuai dengan Aturan Anti-Doping Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Peraturan Anti-Doping Atletik Dunia, atlet yang melakukan Pelanggaran Peraturan Anti-Doping secara otomatis didiskualifikasi.

"Kasus ini kemudian akan dirujuk ke Unit Integritas Atletik (World Athletics) untuk menindaklanjuti sanksi di luar Olimpiade Tokyo 2020," kata ITA.

Ujah meraih perak pada nomor 4x100 meter putra Olimpiade Tokyo bersama dengan Zharnel Hugnes, Richard Kilty, dan Nethaneel Mitchell-Blake.

Dengan adanya kasus tersebut, Inggris Raya terancam kehilangan medali perak yang sebelumnya didapat Ujah.

Sementara Kanada yang sebelumnya di posisi ketiga di Olimpiade Tokyo secara otomatis bakal naik peringkat dan berhak atas perak. Adapun China yang sebelumnya berada di urutan keempat, akan mendapatkan medali perunggu.

(Antara)

BACA SELANJUTNYA

Makanan Murah Meriah di Indonesia Jadi Resep Lari Kencang Usain Bolt