hitekno.com - Berikut cara mengenal isyarat hakim garis dalam sepak bola yang kerap ditunjukkan dengan alat berupa bendera di tangannya.
Dalam sepak bola, terdapat elemen penting yang tak bisa diindahkan begitu saja. Elemen tersebut adalah wasit atau pengadil lapangan.
Sebagaimana namanya, wasit atau pengadil lapangan bertugas untuk memastikan permainan sepak bola berjalan adil bagi kedua tim yang bertanding.
Wasit punya otoritas untuk menentukan situasi dalam permainan dengan aturan-aturan yang telah berlaku di dalam permainan sepak bola itu sendiri.
Wasit atau pengadil lapangan pun tak sendiri dalam menentukan keputusan di lapangan. Para wasit ini biasanya dibantu oleh yang namanya hakim garis alias asisten wasit.
Hakim garis adalah wasit yang menentukan keputusan dari pinggir lapangan. Mengingat banyaknya pemain yang bertanding dan luasnya lapangan untuk bermain, maka kehadiran hakim garis ini juga penting.
Meski jarang dilirik, hakim garis banyak menentukan keputusan-keputusan krusial dalam sepak bola, salah satunya seperti offside.
Kendati memiliki peran vital, banyak yang tak memahami isyarat hakim garis dengan alat bantu berupa bendera yang ada di tangannya.
Lantas, bagaimana mengenal isyarat hakim garis di sepak bola? Apa saja isyarat itu dan bagaimana tandanya? Berikut rangkumannya.
1. Sepak Pojok, Tendangan Gawang, dan Lemparan ke Dalam
Seorang hakim garis juga menentukan tim mana yang berhak mendapat sepak pojok, tendangan gawang, maupun lemparan ke dalam.
Untuk sepak pojok, biasanya hakim garis akan berlari kecil dan mengarahkan bendera yang dipegangnya ke sudut lapangan.
Lalu untuk tendangan ke gawang, hakim garis akan menunjuk ke arah wilayah kiper sebagai isyarat bahwa tim yang bertahan mendapat tendangan ke gawang karena sentuhan lawan sehingga bola keluar dari garis gawang.
Untuk lemparan ke dalam, hakim garis akan berlari menuju titik di mana bola keluar lapangan dan menggunakan benderanya ke satu arah tim untuk memberikan lemparan ke dalam.
2. Offside
Untuk isyarat yang diberikan hakim garis saat terjadinya offside, hakim garis yang ada di sisi lapangan masing-masing tim akan mengangkat bendera dengan posisi tegak.
Bendera ini akan diangkat dalam posisi tegak lurus di mana hakim garis akan berdiri di garis tempat offside itu terjadi.
Sehingga, hakim garis harus jeli dan berlari mengikuti posisi pemain terakhir tim di garis pertahanan di area tim tersebut.
3. Pergantian Pemain
Hakim garis juga bertugas memberi tahu wasit utama di lapangan mengenai adanya pergantian pemain, mengingat wasit utama harus fokus ke hal-hal yang terjadi di lapangan.
Andai pergantian pemain itu terjadi, hakim garis akan mengangkat benderanya di atas kepalanya serta memiringkan bendera dan memegang ujung bendera dengan kedua tangannya sehingga membentuk segiempat di atas kepala.
Biasanya, saat pergantian pemain itu hakim garis akan memberikan isyarat itu dalam rentang waktu 5-10 detik agar wasit utama, pemain di lapangan dan penonton mengetahui adanya pergantian pemain.
Tag
Terpopuler
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Yoshimi Ogawa Ungkap Kenapa Wasit Asing Tak Lagi Rutin di Super League 2026/2027
-
Asal-Usul Tenis Lapangan, Sejaran dan Perkembangannya hingga Sampai di Indonesia
-
Local Media Community: Masukan untuk Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
Terkini
-
Asal-Usul Tenis Lapangan, Sejaran dan Perkembangannya hingga Sampai di Indonesia
-
5 Fakta Konyol Sepak Bola yang Jarang Diketahui: Balita 20 Bulan Dikontrak Klub Belgia
-
Pelatih Prawira Harum Bandung David Singleton Kemenangan Kebanggan Semua
-
Prawira Harum Bandung Ikuti Jejak Pelita Jaya di BCL Asia 2024
-
Prawira Harum Bandung Jalani Laga Hidup Mati di BCL Asia 2024