Bolatimes.com - Mengenal sosok Nugroho Setiawan, sosok yang belakangan menjadi perbincangan di Indonesia usai tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa.
Indonesia tengah diselimuti awan duka usai lahirnya tragedi Kanjuruhan pasca laga lanjutan Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10).
Pasca laga tersebut, terdapat sebuah insiden yang diawali dengan masuknya suporter tuan rumah ke lapangan yang tak terima dengan kekalahan yang diterima Arema FC dari Persebaya.
Masuknya suporter ke lapangan pun membuat pihak keamanan mengambil langkah represif, di mana salah satunya menembakkan gas air mata ke tribun penonton untuk mengurai massa.
Nahasnya, penembakan gas air mata itu berujung petaka, usai ratusan penonton berdesak-desakan untuk keluar dari stadion dan menyebabkan chaos dengan banyaknya orang terinjak-injak dan kehabisan nafas.
Hal tersebut otomatis menimbulkan korban jiwa, di mana menurut keterangan resmi Kepolisian, 125 orang dari pihak penonton di Stadion Kanjuruhan meninggal dunia.
Tewasnya ratusan orang tersebut pun lantas membuat banyak pihak mempertanyakan prosedur tetap (protap) keamanan di stadion.
Di tengah pertanyaan tersebut, muncul nama Nugroho Setiawan yang disebut-sebut sebagai satu-satunya orang Indonesia yang memiliki lisensi FIFA Security Officer.
Lantas, siapakah sosok Nugroho Setiawan tersebut?
Mantan Security Officer PSSI
Baca Juga
Nugroho Setiawan merupakan salah satu sosok yang berjasa dalam pengamanan sepak bola di Tanah Air.
Dulunya, ia merupakan Kepala Departemen Infrastruktur, Keamanan, dan Keselamatan PSSI. Perannya sebagai Security Officer bahkan membuatnya bertugas di Asian Games 2018 dan ajang lainnya.
Awal mula Nugroho Setiawan berkecimpung di dunia Security Office di sepak bola bermula pada 2008 silam, saat dirinya dipercaya menjadi Security Officer Pelita Jaya.
Sekadar informasi, saat itu Nugroho Setiawan mungkin menjadi satu-satunya Security Officer di sepak bola Indonesia.
Usai bekerja di Pelita Jaya, Nugroho Setiawan kemudian menjadi Konsultan Liga Indonesia. Ia terlibat di laga-laga dengan status High Risk seperti Arema FC vs Persebaya Surabaya ataupun Persib Bandung vs Persija Jakarta.
Kiprahnya di bidang pengamanan pun membuat Nugroho Setiawan sempat menjadi pengajar untuk sertifikasi manajer keamanan.
Namun kariernya di sepak bola Indonesia perlahan berakhir seiring berakhirnya kerjasamanya dengan PSSI. Menurut rumor yang ada, disebutkan bahwa Nugroho Setiawan tak lagi bekerja dengan PSSI setelah dipecat karena ketidaksukaan semata.
Usai tak bekerja di PSSI, Nugroho Setiawan kemudian bekerja di FIFA, di mana dirinya menjadi Hygiene Officer di induk sepak bola dunia tersebut.
Kini, Nugroho Setiawan juga masih aktif sebagai Security Officer AFC dan kerap ditugaskan untuk pertandingan-pertandingan yang digelar AFC.
Karena pengetahuan yang ia miliki, Nugroho Setiawan pun ditunjuk oleh Mahfud MD sebagai Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terkait tragedi Kanjuruhan.
Ia bersama pihak-pihak lain seperti akademisi, mantan pemain sepak bola, jurnalis dan pejabat tinggi pemerintahan untuk menuntaskan kasus sehingga pecahnya tragedi Kanjuruhan.
Tag
Berita Terkait
-
10 Fakta Pekan Pembuka BRI Super League 2025: Ancaman Sanksi FIFA hingga Klub Ngutang Gaji
-
Viral Donald Trump Kegep Ambil Medali Juara Piala Dunia Antarklub 2025
-
Malaysia Klaim Bisa Tembus 100 Besar FIFA, Eh Level ASEAN Keok dari Filipina
-
Ranking FIFA: Malaysia Naik Enam Peringkat, Indonesia Masih Unggul Jauh
-
Here We Go! Akui Peran Penting Indonesia, FIFA Bangun Kantor di Jakarta
-
Viral! Presiden FIFA Sentil Donald Trump Soal Tiket Piala Dunia Antarklub 2025 Gak Laku
-
Momen Bersejarah Piala Dunia Antarklub 2025: Kiper Afrika Kena Hukuman 8 Detik
-
Daftar 6 Klub Liga Indonesia yang Kena Hukum FIFA: Ada Tim Mertua Pratama Arhan
-
Ranking FIFA Terbaru Timnas Indonesia, Selangkah Lagi Pecahkan Rekor Peringkat pada 2011
-
Wasit Thailand Sivakorn Pu-Udom Kembali Jadi Wasit VAR Laga Timnas Indonesia U-23, Erick Thohir Lapor ke FIFA?
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025