Bolatimes.com - Belakangan ini nama pemain keturunan Indonesia Thom Haye menjadi perbicangan netizen Tanah Air. Tak sedikit yang meminta Thom Haye untuk gabung Timnas Indonesia.
Thom Haye saat ini membela klub Belanda SC Heerenveen, Thom Haye. Warganet Tanah Air ini memenuhi kolom komentar akun pemain berusia 27 tahun itu untuk memintanya membela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 mendatang.
Dalam tiga unggahan teratasnya, terlihat ramai-ramai netizen Indonesia meminta Thom Haye untuk menjadi penggawa tim Merah Putih.
Ajakan ini sendiri tak lepas dari kebutuhan Timnas Indonesia akan gelandang kreatif guna menyongsong Piala Asia 2023.
Sejauh ini, Thom Haye punya statistik mentereng. Dilansir dari Transfermarkt, di musim 2021/2022 lalu dirinya mampu melesakkan total 8 gol dan 16 assist di segala ajang.
Catatan tersebut dibuatnya bersama dua klub, yakni NAC Breda di paruh pertama dan SC Heerenveen di paruh kedua musim 2021/2022.
Dengan catatan sementereng itu, netizen Tanah Air merasa Thom Haye akan menjadi tambahan kekuatan di lini tengah Timnas Indonesia.
Apalagi, di Piala Asia 2023 nanti Timnas Indonesia akan diperkuat oleh tiga pemain keturunan lainnya, yakni Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama.
Dengan tiga pemain itu dan kehadiran Thom Haye, netizen Tanah Air merasa Timnas Indonesia akan bisa berbicara banyak di Piala Asia 2023.
Berikut Profil Thom Haye.
Baca Juga
Juara Piala Eropa Bareng Sandy Walsh
Thom Haye merupakan pesepak bola asal Belanda yang lahir pada 9 Februari 1995 silam di Amsterdam, atau ibu kota negara kincir angin tersebut.
Meski lahir di Belanda, Thom Haye ternyata punya garis keturunan Indonesia. Diketahui, kakek dan neneknya berasal dari Tanah Air.
Sang kakek diketahui merupakan orang Solo, Jawa Tengah. Sedangkan sang nenek memiliki garis keturunan Sulawesi. Sehingga tak mengherankan jika wajah Thom Haye terkesan ‘Indonesia’.
Lahir dan tumbuh di Amsterdam, Thom Haye menapaki karier sepak bolanya di Belanda. Diketahui, kariernya bermula dari AZ Alkmaar.
Pada usia 16 tahun, ia menandatangani kontrak profesional bersama AZ Alkmaar dan melakukan debut pada 2014 saat timnya melawan Ajax Amsterdam di kancah Eredivisie.
Kiprahnya bersama AZ Alkmaar pun terbilang mulus. Thom Haye mampu menjadi starter di musim 2015/2016 dan berhasil membawa timnya ke Liga Europa 2016/2017.
Pada musim panas 2016, Willem II mengontraknya usai kontrak Thom Haye habis bersama AZ Alkmaar. Ia bertahan di mantan klub Frenkie de Jong tersebut hingga 2018.
Setelahnya, Thom Haye melancong ke Italia dan bergabung Lecce. Namun, kiprahnya tak berlangsung lama, yakni hanya setahun saja.
Pada 2019, Lecce memutuskan melepasnya hingga Thom Haye tak memiliki klub. Beruntung baginya. Pasca dilepas, ADO Den Haag datang merekrutnya.
Setelah enam bulan di ADO Den Haag, Thom Haye kemudian dipinjamkan ke NAC Breda, sebelum dipermanenkan di Juli 2020.
Usai 1,5 tahun membela NAC Breda, Thom Haye kemudian dilepas ke SC Heerenveen pada Januari 2022 lalu.
Terhitung sejak musim 2011/2012 atau di level akademi, Thom Haye telah tampil sebanyak 311 laga di level klub dengan torehan 28 gol dan 39 assist.
Meski di level klub kiprahnya tak cukup apik, kiprah Thom Haye di level tim nasional malah mengundang decak kagum.
Sebab, Thom Haye bersumbangsih terhadap keberhasilan Belanda U-17 menjuarai Euro U-17 pada tahun 2011 dan 2012.
Selama membela Belanda U-17, Thom Haye bermain sebanyak 18 kali dengan sumbangan tiga gol, di mana salah satu golnya tercipta di semifinal Euro U-17.
Di Timnas Belanda U-17, Thom Haye bahu membahu bersama nama-nama mentereng seperti Nathan Ake, Anwar El Ghazi, dan Memphis Depay.
Uniknya, di Timnas Belanda U-17 ia juga bermain bersama Sandy Walsh, yang bisa menjadi rekannya kembali jika Thom Haye memilih membela Timnas Indonesia ke depannya.
(Kontributor: Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
-
Mees Hilgers Menghilang Saat FC Twente Digebuk Eliano Reijnders Dkk
-
Sassuolo: Dari Seluruh Keluarga Neroverde, Selamat Datang, Jay Idzes!
-
Justin Hubner: Saya Merasa Seperti Cristiano Ronaldo!
-
Jay Idzes Menuju Torino: Gaji Fantastis Menanti dan Rekor Sejarah Tercipta
-
Timnas Indonesia U-17 Siap Uji Nyali di Medan! Nova Arianto: Kami Sangat Butuh
-
Serie A Pangkas Gaji 25% Saat Degradasi: Nasib Jay Idzes di Venezia Terancam?
-
Timnas Indonesia U-17 Menuju Qatar: Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Panggung untuk Eizar Jacob Cs
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kebijakan Kontroversial FC Twente: Masa Depan Mees Hilgers Jadi Sorotan!
-
Masa Depan Jay Idzes Tergantung Kerja Davide Vagnati, Siapa Dia?
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025