Irwan Febri Rialdi | Arif Budi Setyanto
Reva Adi Utama. (bolatimes.com)

Bolatimes.com - Kompetisi Liga 1 Indonesia sempat mati suri ketika dilanda pandemi Covid-19. Menyiasati berhentinya kompetisi, ternyata Reva Adi Utama tak tinggal diam. Ia membuat bisnis dengan istrinya Alya Nadira serta satu rekannya yang merupakan atlet polo air bernama Putri Surya Jaya.

Ketika pandemi corona terasa di Indonesia, imbasnya Liga 1 pun berhenti. Kompetisi yang tak jelas membuat para pemain kalang kabut memikirkan nasib ke depannya.

Untungnya Reva Adi Utama tak pesimis dengan kedaan yang tidak menentu tersebut. Ia bersama istrinya membuat bisnis vendor konveksi berfokus di pakaian olahraga bernama Summa.

Baca Juga:
Kalah Saing, Bima Sakti Coret 6 Pemain dari TC Timnas Indonesia U-16

Tidak hanya mereka berdua, Reva Adi juga mengajak satu rekan lainnya yang notabene mantan atlet polo air bernama Putri Surya Jaya untuk membangun bisnisnya.

"Awalnya pertama kita mau bikin baju renang. Kan Reva Covid (kompetisi libur). Terus mau bikin produk apa. Awalnya baju renang, tapi posisi kita wakti itu di Jogja sebagai pendatang. Saat itu Reva masih di Barito, jadi kita di Jogja. Lalu saya sama Putri (atlet polo air) memang sudah sahabatan. Jadi saya hubungi dia untuk membuat produk," cerita istri Reva Adi saat berbincang dengan redaksi bolatimes.com pada Jumat (22/4/2022).

Akhirnya ketika survey ternyata mesin yang dipakai bisa membuat jersey bola. Nah, dari situ ada hal yang berkaitan dengan Reva Adi karena ia merupakan pesepak bola profesional.

Baca Juga:
Tajir, 5 Eks Timnas Indonesia yang Banting Setir Jadi Pebisnis

Alhasil Putri yang juga punya background bisnis membantu Reva dan Adi untuk membangun usaha tersebut. Usaha pakaian olahraga Summa ini berdiri sekitar pertengahan Desember 2022.

Reva Adi Utama (kanan), beserta istrinya Alya Nadira (tengah), dan Putri Surya Jaya (kiri) yang merupakan pemilik Summa. (bolatimes.com)

Di awal memulai bisnis ini, tentu butuh banyak pengorbanan. Bahkan Reva Adi sempat tak fokus berlatih untuk menekuni bisnis yang dibangunnya ketika Liga 1 mati suri.

"Awalnya berat banget. Pada waktu itu pas liga berhenti saya hampir tidak fokus ke latihan, jadi fokus ke bisnis," ucap Reva Adi.

Baca Juga:
Ditanya soal Update Naturalisasi Calon Pemain Timnas Indonesia, Exco PSSI Bilang Begini

Bahkan Reva Adi dan istrinya menceritakan mereka nekat untuk menjual aset yang dimilikinya demi membangun bisnis vendor untuk pakaian olahraga ini.

Bukan hanya itu, mantan pemain PSM Makassar tersebut juga sempat ada intrik dengan istrinya. Sebab, ia berpikir bahwa atlet gengsi untuk berjualan.

"Saya dulu punya pemikiran 'saya atlet, gengsilah jualan'. Saya pernah begitu, saya sampai berante, sama istri. saya tifak mau jualan.," ceritanya.

Baca Juga:
Menang di Laga Uji Coba, Shin Tae-yong Sebut Timnas Indonesia U-23 Masih Banyak Kekurangan

"Tapi saya dari situ akhirnya belajar. apalagi dari Putri yang basicnya bisnis. Saya belajar ini (bisnis) positif, tidak nyolong, kenapa malu jualan," sambungnya.

Mulai dari situ kemudian pemikiran Reva Adi terbuka, karena dari berbisnis ini ia juga bisa membantu orang banyak dan membantu membuat lowongan pekerjaan.

Sementara itu, dalam pengembangan bisnisnya tersebut, Summa punya keunggulan karena dibangun oleh pelaku olahraga. Mereka mengerti kebutuhan kain hingga model yang pas untuk dipakai berolahraga.

Tidak hanya berbisnis, Reva Adi, Alya, dan Putri juga punya harapan besar untuk dunia olahraga di Indonesia, terutama kesejahteraan. Sebab, Summa ingin menggaungkan atau menjalankan campaign bahwa atlet bisa untuk usaha.

"Yang ingin kita gaungkan adalah bahwa atlet itu bisa punya usaha dan atlet untuk punya usaha tidak perlu repot. Kita akan produksi, tapi pakai brand milik kalian.

Salah satu produk hasil produksi dari Summa, bisnis milik Reva Adi. (bolatimes.com)

Misalnya salah satu rekan bisnis dari Summa ini adalah Ady Setiawan yang merupakan rekan Reva Adi di Persebaya Surabaya.

Nah, Ady Setiawan yang merupakan orang asli Bima ternyata bekerja sama dengan Summa untuk membuat jersey sepak bola. Menariknya jersey tersebut dipakai oleh klub Liga 3 di Bima.

"Contohnya misal Ady Setiawan. Istilahnya brand dia di Bima sekarang dipakai oleh klub Liga 3," jelas istri Reva Adi.

Bahkan Alya Nadira berharap untuk ke depannya Summa bisa membuat cup atau turnamen dari berbagai cabang olahraga. Di dalam turnamen itu nantinya akan ada seminat terkait industri olahraga.

Summa pun ingin terus eksis di dunia olahraga. Harapannya dengan memiliki training ground untuk membangun lapangan sepak bola atau mini soccer.

Putri pun mengamini hal tersebut. Ia berharap Summa bisa menggaet teman-teman atlet dan bisa mendukung event olahraga yang besar.

Saat ini, bisnis Reva Adi Reva berjalan lancar dengan tingginya minat masyarakat dalam olahraga. Summa bisa ditemui di Instagram @summa_production.home dan berbasis di Yogyakarta.

Load More