Bolatimes.com - Pratama Arhan menghadapi tantangan yang cukup berat seusai resmi bergabung dengan klub Liga Jepang, Tokyo Verdy.
Bersama Tokyo Verdy, Pratama Arhan bakal mengawali karier abroad-nya pertama kali setelah sebelumnya memperkuat PSIS Semarang di Liga 1 2021-2022.
Sama seperti pemain-pemain Indonesia lainnya yang berkarier di luar negeri, Pratama Arhan mendapat pujian dan apresiasi karena bersedia mengambil tantangan di Jepang.
Sebab, berkarier di luar negeri memiliki ujian yang jauh lebih berat ketimbang memilih bermain aman di zona nyaman.
Setidaknya, ada beberapa beban berat yang kini dihadapi oleh Pratama Arhan ketika memutuskan untuk melanjutkan kariernya di Liga Jepang.
Namun, tantangan ini bakal menjadi tempaan tersendiri yang membuat pemain asal Blora, Jawa Tengah, itu semakin berkembang dan melesat tinggi.
Berikut Bolatimes.com menyajikan tiga beban berat yang kini dipikul Pratama Arhan seusai bergabung ke Tokyo Verdy.
1. Ekspektasi Publik Indonesia
Ekspektasi publik Indonesia terhadap Pratama Arhan tentu sangat besar ketika sang pemain memutuskan berkarier di luar negeri.
Setiap waktu, Pratama Arhan bakal mendapat perhatian luar biasa, seperti pemain-pemain Indonesia lainnya yang berkarier di luar negeri.
Apabila berhasil bermain apik, tentu Pratama Arhan bakal mendapat apresiasi. Sebab, publik memiliki harapan besar untuk menyaksikan pemain berusia 20 tahun ini tampil cemerlang di luar negeri.
2. Ekspektasi Fans Tokyo Verdy
Selain ekspektasi dari dalam negeri, Pratama Arhan juga harus mampu menjawab harapan yang dimiliki oleh fans Tokyo Verdy.
Kedatangan Pratama Arhan yang diiringi dengan gegap gempita itu tentunya memunculkan ekspektasi besar dari fans Tokyo Verdy.
Apalagi, Arhan didatangkan sebagai pemain asing. Harapan lebih tinggi jelas diberikan kepada pemain asing ketimbang pemain lokal.
Oleh sebab itu, mantan pemain PSIS Semarang ini harus mampu menjawab ekspektasi besar karena dia mendapat label sebagai wonderkid-nya Indonesia.
3. Ujian Mental
Salah satu ujian yang bakal dihadapi Pratama Arhan saat berkarier di Liga Jepang bersama Tokyo Verdy ialah faktor mental.
Aspek mental bakal menjadi salah satu penentu utama performa Arhan di Negeri Samurai. Jika mentalnya anjlok, Arhan bakal kesulitan menampilkan permainan terbaiknya.
Oleh karena itu, ini menjadi salah satu ujian yang paling penting bagi Arhan. Jika mampu melewatinya, Arhan bakal mampu melewati setiap tantangan yang tersaji di Liga Jepang.
Kontributor: Muh Adif Setiawan
Berita Terkait
-
Insiden Mengerikan di Ring Tinju! Petinju Jepang Hilang Ingatan Usai KO
-
Daftar 6 Klub Liga Indonesia yang Kena Hukum FIFA: Ada Tim Mertua Pratama Arhan
-
Kazuyoshi Miura: Usia Mendekati 60 Tahun Masih Mau Terus Berkarier
-
6 Fakta Kekalahan Timnas Indonesia dari Jepang: Memori Buruk 49 Tahun Lalu Terulang
-
Nasib Sial Yakob Sayuri, 9 Pemain Kena Damprat Netizen: Kok Pada Diem Aja
-
You Raise Me Up Bikin Jepang Hancurkan Timnas Indonesia di Babak I
-
Rumah Tangga Pratama Arhan Retak, Azizah Salsha Digosipkan Berselingkuh
-
Profil Fabio Azka Irawan, 'The Next' Pratama Arhan dari Timnas Indonesia U-16
-
Erick Thohir Sindir Klub Liga 1 yang 'Tahan' Pemain Gabung Timnas Indonesia hingga Singgung Nasib Pratama Arhan di Suwon
-
Prediksi Skor, H2H, Susunan Pemain Laga 16 Besar Piala Asia 2023 antara Bahrain vs Jepang, Siapa yang Menang?
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025