Irwan Febri Rialdi
Pesepak bola PSS Sleman Irfan Bachdim (ketiga kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Liga 1 2021-2022 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (11/9/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc

Bolatimes.com - Wacana pemindahan homebase alias kandang PSS Sleman tengah ramai seiring kisruh yang hadir antara manajemen klub dengan suporter klub berjuluk Super Elang Jawa.

Sebelumnya, protes dilancarkan oleh para pendukung PSS Sleman akibat buruknya penampilan Super Elang Jawa di sesi pertama Liga 1 2021-2022.

Aksi protes pertama kali dilancarkan via media sosial di mana para suporter menggeruduk kolom komentar di setiap unggahan PSS.

Baca Juga:
4 Pelatih yang Bisa Latih PSS Sleman jika Dejan Antonic Dipecat

Ratusan suporter PSS Sleman menggeruduk Omah PSS, menuntut pelatih Dejan Antonic mengundurkan diri, Kamis (30/9/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Bahkan, beberapa kali isu protes, di mana salah satunya adalah tuntutan pemecatan Dejan Antonic, menjadi trending di media sosial Twitter.

Hal ini membuat pihak PSS Sleman mengeluarkan pernyataan lewat unggahan di media sosial. Namun, pernyataan ini nampaknya tak membuat para suporter berbesar hati.

Alhasil, aksi protes nyata dilancarkan melalui demo yang dilakukan di kantor PT PSS yang bertempat di Sariharjo, Ngaglik, Sleman di mana ratusan Sleman Fans berkumpul dan menyuarakan tuntutannya.

Baca Juga:
AHHA PS Pati FC Juru Kunci, Berikut Klasemen Sementara Liga 2 2021

Bahkan, diskusi pun dilaksanakan di mana perwakilan manajemen dan perwakilan suporter duduk satu meja untuk membahas tuntutan ini.

Tak disangka, tuntutan untuk memecat Dejan Antonic dibalas oleh pihak manajemen dengan ‘ancaman’ yakni pemindahan Homebase.

‘Ancaman’ ini diklaim keluar dari mulut sang Direktur Utama, Marco Gracia Paulo. Tak ayal ancaman ini pun lantas membuat gelombang protes kian menjadi-jadi.

Baca Juga:
Mengenal Raden Maladi, Ketua PSSI yang Pernah Jadi Kiper Timnas Indonesia

Jika pun terjadi, pemindahan Homebase ini hanya akan memberi kerugian untuk PSS Sleman sendiri. Berikut daftar kerugiannya:

1. Gelombang Protes Pendukung yang kian Menjadi-jadi

Aksi protes yang menuntut Dejan Antonic mundur merupakan aksi kecil yang bersifat gertakan kepada manajemen PSS Sleman sendiri.

Baca Juga:
Kronologi Hotel Mewah yang Ditempati Lionel Messi Dibobol Kawanan Bertopeng

Namun, ‘gertakan’ ini memiliki efek besar yang membuat manajemen mulai meminta Dejan Antonic mengubah nasib PSS Sleman di BRI Liga 1 2021-2022.

Andai pindah homebase terjadi, gertakan berupa protes ini bisa berubah menjadi aksi protes skala besar. Bukan tak mungkin ratusan suporter akan menjadi ribuan hingga puluhan ribu akan menyerbu kantor PSS nantinya.

Apalagi, Sleman Fans terbilang sangat loyal terhadap klub yang berdiri 25 tahun lalu tersebut.

2. Kehilangan Keloyalan Suporter

Tak ada yang meragukan keloyalan suporter PSS Sleman. Di mana pun Super Elang Jawa bertanding, fans akan selalu hadir.

Namun isu pemindahan Homebase ini membuat PSS harus berselisih dengan para pendukungnya sendiri. Hal ini akan berimbas pada keloyalan suporter Laskar Sembada.

Mungkin poin ini kemungkinan kecil terjadi. Namun tak menutup kemungkinan keputusan manajemen yang sepihak akan membuat kelompok suporter mulai menarik loyalitas mereka yang akan berimbas pada pemasukan klub dan memperburuk citra dari manajemen.

3. Perpecahan di Tubuh Manajemen

Kedudukan Sleman Fans di PSS sendiri bak rakyat dalam suatu negara demokrasi alias berada di atas manajemen selaku pengambil kebijakan.

Tak pelak isu perpindahan Homebase akan melahirkan adanya perpecahan di tubuh manajemen baik itu yang pro terhadap suporter maupun yang kontra.

Dengan perpecahan tersebut, tak menutup kemungkinan akan terjadinya reshuffle dalam suatu jabatan struktural yang akan berimbas pada laju PSS di Liga 1 musim ini.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Load More