Kamis, 09 Februari 2023
Rauhanda Riyantama : Minggu, 24 Februari 2019 | 10:30 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Bolatimes.com - Penyerang sayap Timnas Indonesia U-22, Witan Sulaeman kerap mengeluh kram di menit akhir pertandingan. Tercatat sudah tiga kali ia tak menuntaskan laga hingga menit akhir pada penyisihan Grup B Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.

Mendengar hal itu, dokter Timnas U-22 Syarif Alwi memberikan tanggapannya. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan usia Witan yang masih sangat muda, sehingga otot-ototnya masih belum mumpuni untuk menumpu beban bertanding 90 menit penuh dalam sebuah pertandingan.

"Witan itu masih muda, usia muda wajar kalau belum mumpuni ototnya menerima peregangan hingga 90 menit," kata Syarif di sela-sela mendampingi timnas U-22 menjalani sesi latihan di Stadion Nasional, Phnom Penh, Sabtu (24/2/2019).

Witan memang tak pernah tampil penuh di tiga pertandingan yang sudah dijalani Indonesia di Piala AFF U-22. Pada laga pertama menghadapi Myanmar, Witan hanya bermain selama 64 menit sebelum digantikan oleh Billy Paji Keraf.

Lantas di laga kedua melawan Malaysia, Witan memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia baru merumput pada awal babak kedua menggantikan Billy Paji Keraf.

Di laga ketiga ketika Garuda Muda sukses mempecundangi Kamboja, Witan kembali tak main penuh. Witan digantikan oleh bek kanan Ferdyan Wahyu Sugiantoro pada menit ke-75.

Meski tak tampil penuh di tiga laga, Witan sejauh ini sudah menyumbang satu gol ke gawang Malaysia dan satu assist penting untuk gol pembuka Marinus Wanewar di laga melawan Kamboja.

Kendati demikian, baik kemampuan dan tenaga Witan tentu akan dibutuhkan Indra Sjafri saat Garuda Muda berlaga di semifinal menghadapi Vietnam pada Minggu (24/2/2019) sore WIB.

"Wajar begitu itu, dulu waktu awal-awal Saddil (Ramdani) juga begitu kan. Sekarang ya sudah beda, sudah tumbuh, sudah dewasa," ujar dokter yang akrab disapa Papi itu, seperti dikutip dari Suara.com.

Witan saat ini tercatat sebagai pemain termuda di skuat timnas Indonesia U-22 dengan usia 17 tahun empat bulan dan sembilan hari ketika turnamen AFF U-22 2019 dimulai 17 Februari lalu.

Bahkan dalam tiga pertandingan yang sudah dijalani, atlet gemblengan SKO Ragunan itu selalu berstatus pemain termuda yang merumput di masing-masing laga itu.

Secara keseluruhan ia merupakan pemain termuda keenam di antara semua peserta Piala AFF U-22. Gelandang Timor Leste Expedito Soares merupakan pemain paling muda yang mengikuti Piala AFF U-22 2019 dengan tanggal kelahiran 11 Oktober 2002.

Suara.com/Syaiful Rachman

BACA SELANJUTNYA

Media Vietnam Soroti Kesulitan Shin Tae-yong Jelang Piala Asia U-20 2023