Bolatimes.com - Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono yang baru saja berstatus tersangka akan dilakukan pemeriksaan pada Senin depan. Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Jokdri akan menjalani pemeriksaan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan dokumen terkait pengaturan skor sepak bola. Surat pemanggilan juga sudah diberikan kepada Joko Driyono.
Jokdri sapaan akrab Joko Driyono telah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (16/2/2019). Itu sehari setelah Satgas Antimafia Bola melakukan penggeledahan kediaman Joko Driyono dan juga kantornya.
"Jumat kemarin juga Satgas langsung layangkan surat panggilan untuk dimintai keterangan Senin besok. Kita minta keterangan saudara J dengan status sebagai tersangka," kata Dedi di Mabes Polri, Sabtu (17/2/2019).
"Senin dimintai keterangan di posko Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya. Pemanggilan jam 10. Surat Sudah dilayangkan ke saudara J," tambahnya.
Dedi menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan Joko Driyono masih sebatas kasus pengerusakan dokumen terkait pengaturan skor. Itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tiga tersangka sebelumnya.
"Ya tentang itu dulu. Dapat diduga sebagai aktor intelektual untuk suruh tiga orang tersebut lakukan pencurian, perusakan police line, dan masuk tanpa izin, ambil laptop, ambil barang untuk Satgas bongkar match fixing," ia menambahkan.
Dedi juga mengungkap alasan Joko Driyono belum ditahan. Menurutnya, Jokdri baru jalani pemeriksaan sebagai tersangka untuk dikembangkan.
"Kan baru penetapan tersangka. Hari Senin baru akan dipanggil untuk berikan keterangan dengan status sengaja, tak dalam rangka klarifikasi peristiwa pidana. Saudara J status tersangka pengrusakan barang bukti," pungkasnya.
Joko Driyono dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.
Berita Terkait
-
Komentar Erick Thohir usai Pelaku Match Fixing Terciduk Polisi: Sinyal Bahwa PSSI..
-
Erick Thohir Gak Main-main, Siapkan 3 Ancamam Hukuman Berat Bagi Pelaku Match Fixing
-
Rival Timnas Indonesia Diguncang Isu Pengaturan Skor Fiktif Jelang Piala AFF 2022
-
Respons Persija Jakarta Terkait Tragedi Kanjuruhan: Kami Dukung Transformasi Sepak Bola Indonesia
-
Selain Mochamad Iriawan, Berikut 5 Ketua Umum PSSI yang Diklaim Netizen Paling Kontroversial
-
Resmi! Direktur Utama PT LIB dan 5 Nama Lainnya Ditetapkan Sebagai Tersangka Tragedi di Stadion Kanjuruhan
-
Kasus Tragedi Kanjuruhan Dinaikkan Polri ke Penyidikan, Tersangka Segera Ditetapkan
-
Jelang Liga 2 2022, PSBS Biak Minta PSSI dan Polri Awasi Mafia dan Pengaturan Skor
-
Respons Pelatih Laos usai Anak Asuhnya Dituding Terlibat Pengaturan Skor
-
Romain Molina Bongkar Dugaan Pengaturan Skor Timnas Laos di Piala AFF
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025