Bolatimes.com - Persija Jakarta sedang diterpa isu tidak sedap terkait perjalanan mereka dalam persaingan papan atas dengan PSM Makassar, Macan Kemayoran disebut-sebut sudah pasti menjadi juara Liga 1 2018 karena sudah diatur oleh mafia sepak bola.
Dua pekan jelang berakhirnya kompetisi teratas di Indonesia, isu pengaturan skor muncul ke permukaan setelah mantan pemain timnas Indonesia, Rochy Putiray dengan gamblang menyebutkan Persija Jakarta sudah diatur untuk menjadi juara tahun ini.
''Ya iyalah (semua sudah diatur), ayo siapa yang mau taruhan sama saya kalau tahun ini Persija yang juara,'' kata Rochy Putiray dengan penuh percaya diri dalam acara talkshow oleh Asumsi.
''Karena memang sudah lihat dong, Persib harusnya punya poin dan kans untuk juara tahun ini, tapi dari awal digembosin terus, ya sudah, pasti Persija juara tahun ini!'' tegas Rochy.
Menanggapi isu tersebut, pemain senior Persija Jakarta, Bambang Pamungkas menilai perkataan Rochy Putiray tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah.
Setelah pendapat Rochy itu ramai diperbincangkan, Bepe langsung menemui Rochy dan berdiskusi. Menurut Bepe, seniornya berani berkata seperti itu karena sudah memiliki dasar argumen yang jelas.
''Dimata saya Kaka Nyong (sapaan akrab Rochy) adalah pemain yg cukup memiliki integritas. Oleh karena itu, saya yakin jika dia memiliki dasar yg kuat dalam menyampaikan pendapatnya,'' kata Bepe melalui twitternya.
Bepe menegaskan pecinta sepak bola Indonesia seharusnya tidak menyudutkan Rochy karena ia sudah berani berbicara lugas terkait isu pengaturan skor yang selalu menjangkiti sepak bola Tanah Air.
''Reaksi kita seharusnya adalah menjadikan pendapat tersebut sebagai sebuah fakta baru, untuk mendorong segera terbentuknya sebuah tim khusus, guna mencari tau apa sebenarnya yg terjadi (selama ini) di sepak bola kita. Bukan malah memojokkan yang bersangkutan,'' tegas Bepe.
Top skor nomor dua timnas Indonesia itu juga meminta seluruh pejabat PSSI dan pemerintah untuk memanfaatkan momentum ini demi sepak bola Indonesia yang lebih sehat.
''Ayo PSSI, ayo pemerintah ini momentum. Jangan lewatkan begitu saja. Rasanya kita semua sepakat, bahwa sepak bola Indonesia harus dikelola, dan berjalan ke arah yg lebih baik,'' tutup Bepe.
Berita Terkait
-
Empat Klub Super League Terjerat Utang Gaji: Bayang-Bayang Kelam Jelang Kick-off
-
Siapa Sulthan Zaky? Bek Muda PSM Makassar yang Berpetualang ke Liga Kamboja
-
HP Istri Berisi Data Penting Hilang, Gustavo Almeida Gelar Sayembara Berhadiah iPhone 15
-
Jordi Amat, Dari La Liga hingga Jadi Pangeran di Indonesia
-
Persija Jakarta Musim Depan Wajib Agresif Jika Ingin Juara Liga 1
-
Geliat PSIM di Bursa Transfer: Boyong Eks Dewa United dan Persita
-
Semua Pemain Persib Bandung Divaksin Jelang Musim Baru
-
Kontroversi Kembalinya Maman Abdurrahman: Dari Eks Persib Jadi Pembina Akar Rumput Persija
-
Wacana 11 Pemain di Liga 1, Legenda Timnas Indonesia: Kalau Mau Bersaing Harus Gitu
-
PSS Sleman Fokus Tingkatkan Kebugaran dan Performa Penggawa
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025