Bolatimes.com - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi mecurigai ada kepentingan politik yang ingin menggeser dirinya dari jabatan ketum PSSI, pernyataan ini keluar ketika banyak tuntutan dari publik sepak bola Indonesia yang meminta dirinya menanggalkan jabatan ketum PSSI.
Kematian The Jakmania, Haringga Sirla menambah daftar suporter sepak bola tewas menjadi 19 orang selama hampir dua tahun kepemimpinan Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI.
Dari rentetan kasus kematian suporter sepak bola ini muncul sebuah petisi di change.org menuntut Edy Rahmayadi mundur sebagai ketua umum PSSI.
Selain kematian suporter, Edy Rahmayadi dianggap tidak pantas lagi memimpin PSSI karena baru-baru ini ia terpilih menjadi Gubernur Sumatra Utara pada pilkada serentak beberapa waktu lalu.
Rangkap jabatan ini dianggap publik tidak etis karena akan terjadi banyak konflik kepentingan dalam memimpin provinsi Sumatra Utara dan PSSI, belum lagi Edy Rahmayadi juga tercatat sebagai pembina klub PSMS Medan.
Namun, pada acara talkshow Mata Najwa bertajuk Duka Bola Kita, Rabu (26/9/2018), Edy Rahmayadi menyatakan siap mundur jika tidak bisa memimpin PSSI dengan baik.
''Jangankan 60 ribu, satu orang pun kalau itu memang benar adanya gara-gara saya gubernur lalu terjadi itu pembunuhan, saya akan tinggalkan ini (Jabatan Ketua Umum PSSI). Karena berarti saya tidak becus," tegas Edy Rahmayadi.
Edy Rahmayadi justru curiga, ada permainan politik di petisi yang hingga kini sudah ditandatangani sekitar 65 ribu orang, ia menilai petisi itu ditukangi oleh orang-orang yang ingin menjabat ketua umum PSSI.
''Yang saya takutkan, dari 60 ribu ini mungkin salah satunya menginginkan jabatan PSSI ini (ketua umum), karena saat ini dalam dunia politik. PSSI harus saya lindungi, karena ini amanah rakyat sampai 2020,'' kata Edy menegaskan tetap ingin memimpin PSSI hingga masa jabatannya habis.
Selain Edy Rahmayadi, beberapa anggota komite eksekutif PSSI juga memiliki dua jabatan di PSSI dan klub-klub di Indonesia.
Berita Terkait
-
Gaduh Pernyataan Erick Thohir Soal Fokus PSSI ke Timnas, Apa yang Salah?
-
Siapa Bilang PSSI Tak Peduli Sepak Bola Putri? Ini Ada Piala Pertiwi
-
Rekam Jejak Takeyuki Oya Jebolan J-League yang Ditunjuk Jadi GM Operation PT LIB
-
Pelajaran untuk PSSI! Media Eropa Semprot China yang Pecat Branko Ivankovic
-
Geliat PSIM di Bursa Transfer: Boyong Eks Dewa United dan Persita
-
Semua Pemain Persib Bandung Divaksin Jelang Musim Baru
-
Bukan Lagi Underdog! Timnas Indonesia Jadi Skuad Termahal, Korea Ketar-ketir
-
Here We Go! Akui Peran Penting Indonesia, FIFA Bangun Kantor di Jakarta
-
Sindiran Menohok Ketum PSSI-nya Vietnam kepada Jay Idzes Cs, Ada Apa?
-
Wacana 11 Pemain di Liga 1, Legenda Timnas Indonesia: Kalau Mau Bersaing Harus Gitu
Terkini
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Rumput JIS Kembali Jadi Polemik: Kenapa Lapangan Rp2 Triliun Selalu Jadi Sorotan?
-
Persija Hancurkan Persita 4-0: Allano Menggila, Jakmania Ubah JIS Jadi Neraka
-
Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka: Samurai Solo yang Bikin MU Mati Gaya
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Duel Persija vs Persita: Debutan Membludak, Gol Seret, dan Rekor Head-to-Head Ketat!
-
Persik Kediri Turunkan Harga Tiket, Suporter Langsung Merapat: Termurah Cuma Rp35 Ribu
-
Timnas Putri U-17 Indonesia Siap Tempur di Grup C Kualifikasi Piala Asia AFC 2026
-
Reuni Eks Persib! Dewa vs Malut United, Laga Pembuka Sarat Nostalgia
-
Persib Bandung Bidik Hattrick Gelar dengan Darah Muda di BRI Super League 2025