Bolatimes.com - Fenomena dalam sepak bola tak hanya soal catatan dan rekor yang diukir tim serta pemain bintang, tetapi juga sebuah kutukan yang terjadi meskipun tak dipercaya.
Momen-momen unik dalam sepak bola tak hanya sesuatu yang bisa dicerna oleh akal dan pikiran, namun juga perihal kutukan yang tak masuk akal.
Kejadian aneh terjadi secara berulang, bahkan dalamkurun waktu yang lama hingga menciptakan sesuatu yang kemudian dipercayakan.
Begitulah kejadian yang berujung dipercaya hingga menimbulkan anggapan adanya kutukan, lantas apa saja? berikut di antaranya.
Tiga kutukan paling fenomenal yang terjadi dalam dunia sepak bola, tak hanya level klub tetapi juga menyasar tim nasional.
Bela Guttmann merupakan sosok di balik gelar juara back to back Benfica di ajang Liga Champions musim 1961 dan 1962.
Namun Guttmann justru dibuat kecewa dengan manajemen tim, saat meminta kenaikan gaji yang ditolak manajemen Benfica.
Setelahnya Guttmann yang kecewa melontarkan kutukan bahwa Benfica tidak akan pernah lagi meraih gelar juara Eropa selama 100 tahun.
Hingga kini Benfica sebenarnya sudah mencapai 8 kali partai final, namun semuanya berakhir dengan kegagalan.
2. Juara Dunia Pelatih Sendiri
Sepanjang 21 edisi gelaran Piala Dunia, tak satu pun pelatih asing yang mampu memberi gelar juara bagi tim nasional yang ditukangi.
Kutukan pelatih asing berada di final Piala Dunia terakhir kali terjadi pada edisi 1978, Happel dari Austria saat itu menukangi timnas Belanda.
Hingga saat ini Piala Dunia 2022, belum lagi ada pelatih asing yang sukses memberi gelar juara untuk negara lain yang ditukanginya.
Slogan Football is coming Home tak berdaya mengalahkan kutukan untuk timnas Inggris yang belum lagi meraih gelar juara di Piala Dunia.
Sejak 1966 dengan status tuan rumah, selain itu Inggris hanya menjadi pemeriah turnamen bahkan ketika tampil di partai final EURO 2020.
Saat itu Inggris dipermalukan Italia di kandang sendiri lewat drama adu penalti.
Tag
Berita Terkait
-
Inggris Disikat Senegal 1-3, Thomas Tuchel Dicemooh Suporter
-
Membedah Peta Kekuatan Timnas Inggris di Euro 2024, Potensi Lolos 16 Besar hingga Lawan yang Dihadapi
-
Daftar Pemain Timnas Inggris di Kualifikasi Euro 2024, Ada Dua Nama Baru
-
Bima Sakti Tambah 2 Pemain Diaspora untuk Seleksi Timnas Indonesia U-17, Ada Jebolan Timnas Inggris U-17
-
7 Negara Kena Kutukan Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Indonesia Jangan Sampai Bernasib Sama
-
Tak Jadi Susul Lionel Messi, Angel Di Maria Segera Balikan dengan Benfica
-
Hasil Liga Champions: Derby AC Milan vs Inter Milan di Semifinal
-
Jadwal Liga Champions Malam Ini: Duel Hidup Mati Bayern Munich vs Manchester City dan Inter Milan vs Benfica
-
Hasil Drawing Perempat Final Liga Champions: Ada Big Match Manchester City vs Bayern Munich
-
Jadwal Liga Champions Malam Ini: Chelsea vs Borussia Dortmund dan Benfica vs Club Brugge
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang