Bolatimes.com - Keberhasilan Visakha FC melukat Bali United membuat nama Satoshi Saito kini jadi sorotan.
Bukan, dia bukan pemain yang berkontribusi menumbangkan Serdadu Tridatu, melainkan sosok yang berperan membangkitkan sepak bola Kamboja.
Publik sepak bola Tanah Air dikejutkan setelah Bali United yang merupakan juara bertahan Liga 1, keok di markas sendiri dari Visakha yang ‘cuma’ tim peringkat empat Liga Kamboja musim ini.
Bertemu pada laga kedua Grup G Piala AFC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (27/6), Bali United kalah dengan skor 2-5 dari Visakha FC.
Saito dinilai berperan meningkatkan kualitas tim-tim Kamboja lewat pembangunan ulang kompetisi domestik mereka sehingga bisa menjadi salah satu negara dengan liga terbaik di Asia Tenggara.
Setelah lulus dari Keio University pada 1997, Saito memulai perjalanan kariernya. Dimulai dengan mendirikan usaha sendiri, hingga akhirnya ia bekerja di Barcelona.
Ya, tepatnya pada tahun 2004 Saito menjadi International Marketing Manager untuk Barcelona. Atas pengalaman ini, dia bisa bekerja sama dengan beberapa legenda Blaugrana.
Sebut saja di antaranya ada Ronaldinho, Charles Puyol, hingga Lionel Messi. Setelah dari Barcelona, dia pulang ke Jepang dan bekerja di Federasi Sepak Bola Jepang (JFA).
Sukses mengembangkan sepak bola di tanah kelahiran, Saito bekerja sebagai Marketing Officer di induk sepak bola dunia, FIFA.
Tak lama dari itu, dia menjadi Direktur Marketing di AFC. Berbekal pengalamannya itu, Satoshi Saito pun menjadi aktor kebangkitan sepak bola Kamboja.
Baca Juga
Satoshi Saito ditunjuk menjadi Chief Excecutive Officer (CEO) dari Cambodia Premier League (CPL) pada Oktober 2021.
Dalam sebuah wawancara dengan Khmer Times beberapa waktu lalu, Saito menggambarkan bahwa sepak bola Kamboja sebagai sebuah tambang emas.
"Terus terang, saya akan menggambarkannya sebagai dunia sepak bola terbelakang," kata Saito, dikutip dari Khmer Times.
"Ada begitu banyak ruang yang masih bisa dikembangkan. Banyak hal yang bisa dilakukan," ia melanjutkan.
Dia mengatakan, Kamboja masih memiliki sejumlah kelemahan dalam sejumlah aspek, utamanya fasilitas, pendanaan, dan pelatihan.
Saito mengatakan, rencananya mengubah wajah sepak bola Kamboja akan mengikuti pengalaman J.League, sistem kompetisi sepak bola di Negeri Samurai.
Dalam prakteknya, rencana utama yang ditempuh CPL pimpinan Saito adalah menerapkan sistem Lisensi Klub Nasional dan mematok kriteria khusus bagi klub-klub yang ingin berpartisipasi.
Target ke depan, lewat pembenahan kompetisi domestik diharapkan sepak bola Kamboja bisa melejit dan meraih prestasi di kancah internasional.
Harapan itu bisa mulai terlihat dengan munculnya Visakha FC yang kini memuncaki Grup G Piala AFC 2022 dan berpotensi lolos ke semifinal zona ASEAN.
Berita Terkait
-
Delapan Tangan Leo Navacchio: Rekor Gila di Pekan Pembuka BRI Super League
-
Senyum Kecut Johnny Jansen Pasca Bali United Gagal Kalahkan Persik
-
Siapa Sulthan Zaky? Bek Muda PSM Makassar yang Berpetualang ke Liga Kamboja
-
Senior Kevin Diks Hijrah ke Bali United, Usung Target Tinggi
-
Pelatih Belanda Ramai di Super League Indonesia, Ancaman Buat Pelatih Lokal?
-
Baru Tandatangan Kontrak, Bos Bali United Peringatkan Jens Raven
-
Doa Legenda untuk Persib Bandung di Championship Series
-
Soal Kompetisi Liga 1 Ditunda, CEO Bali United dan Pelatih Berbeda Pandangan
-
Prediksi Skor Bali United vs Persija di Liga 1: Head to Head, Susunan Pemain, Live di Mana?
-
PSIS Semarang akan Mencoba Pemainan Terbaik untuk Hadapi Bali United
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang