bolatimes.com - Tragedi kelam di dunia sepak bola terjadi. Kali ini tragedi itu terjadi di Liga Meksiko yang mengakibatkan 17 suporter harus meregang nyawa.
Pada akhir pekan ini, tepatnya Minggu (6/3) waktu Meksiko, terdapat lanjutan laga Clausura Liga Meksiko yang mempertemukan tuan rumah Queretaro vs Atlas.
Duel yang berlangsung di Estadio La Corregidora itu sejatinya berjalan seru sejak menit pertama dimulai. Hanya saja, gol Julio Furch di menit ke-29 untuk Atlas mengubah situasi di stadion.
Suasana stadion yang sebelumnya penuh nyanyian dukungan, tiba-tiba menjadi mencekam karena gol Julio Furch tersebut ke gawang Queretaro.
Dalam hitungan menit, suporter kedua kubu terlibat perkelahian. Bahkan, beberapa penonton berhasil merangsek ke lapangan.
Aksi keroyokan pun terlihat jelas dalam kericuhan antar suporter ini. Dilansir dari Marca, sebanyak 17 suporter harus meregang nyawa akibat kericuhan itu.
Dalam sumber lainnya yakni BBC, disebutkan 26 orang harus dilarikan ke rumah sakit dengan rincian tiga orang telah keluar, tiga lainnya cedera serius, 10 lainnya dalam kondisi rentan dan 10 lainnya tak mengalami gejala serius.
Korban nyawa paling banyak didapatkan oleh suporter Atlas, yang memang berstatus tim tamu dan memiliki jumlah paling sedikit di stadion.
Dalam rekaman yang beredar di media sosial, terlihat jelas aksi pengeroyokan tersebut yang terkesan brutal dan tak pandang bulu.
Mirisnya, para keluarga yang menonton di stadion bersama ibu dan anaknya harus berlarian untuk menyelamatkan diri agar tak terkena imbas dari kericuhan suporter itu.
Tragedi kelam yang terjadi di Liga Meksiko dan memakan korban jiwa ini pun menjadi buah bibir di kalangan penikmat sepak bola.
Banyak yang meminta agar kedua tim yakni Queretaro dan Atlas dihukum larangan bermain akibat ulah kedua suporternya itu.
Kejadian ini pun juga memantik reaksi dari FIFA. Induk sepak bola dunia ini menyebut kekerasan yang terjadi sebagai tindakan yang tak bisa diterima dan ditoleransi.
Di sisi lain, Presiden Liga Meksiko, Mikel Arriola mengatakan seluruh pertandingan pada hari tersebut pun harus ditunda demi menghormati korban.
“Mereka yang bertanggung jawab atas kurangnya keamanan di stadion akan mendapat hukuman berat. Keamanan para pemain dan pendukung adalah prioritas,” ujar Arriola dilansir dari BBC.
(Kontributor: Vikal Pamungkas)
Tag
Terpopuler
-
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
-
8 Cara Menyiapkan Dana Darurat dengan Tepat untuk Kestabilan Keuangan
-
6 Tips Agar Perjalanan Mudik Lebih Nyaman saat Naik Pesawat
-
Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
Terkini
-
Kapan Piala Super Eropa 2025? PSG Bidik Trofi Pertama, Tottenham Siap Bikin Kejutan
-
Pemain Keturunan Indonesia Debut Bersama Ajax, Legenda Belanda Ini Dongkol
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Demi Uang Rp1 Triliun, Darwin Nunez Hijrah ke Arab Saudi
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan